Go to full page →

BAB 19— KEMBALINYA KRISTUS PAZ 213

Tujuh Melapateka dan Kebangkitan Istimewa PAZ 213

Terjadi suatu gempa bumi dahsyat “seperti yang belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu” (Wahyu 16:17, 18). Tampaknya langit seperti terbuka dan tertutup. Kemuliaan dari takhta Allah terlihat memancar keluar. Gunung-gunung berguncang seperti buluh yang ditiup angin, dan batu-batu cadas berhamburan di segala sisi. . . . Segenap bumi bergulung-gulung dan menyembul seperti gelombang laut. Permukaannya retak-retak. Inti bumi seperti menyembul keluar. Deretan gunung-gunung tenggelam. Pulau-pulau yang berpenduduk lenyap. Kota-kota pelabuhan yang sudah menyerupai kota Sodom karena jahatnya ditelan oleh gelombang yang mengamuk. . . . Hujan es besar, masing-masing “beratnya seratus pon” melakukan tugas penghancuran (ayat 19, 21). . . . PAZ 213.1

Kubur-kubur terbuka, dan “banyak dari antara orang-orang yang tidur dalam debu tanah, akan bangun, sebagian mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal (Daniel 12:2). Semua yang meninggal dalam iman akan pekabaran malaikat yang ketiga keluar dari kubur dimuliakan untuk mendengarkan perjanjian damai Allah kepada mereka yang telah memelihara hukum-Nya. “Juga mereka yang telah menikam Dia” (Wahyu 1:7), mereka yang mengejek dan mencemoohkan penderitaan Kristus, dan para penentang yang paling kejam terhadap kebenaran-Nya dan umat-Nya dibangkitkan untuk memandang Dia di dalam kemuliaan-Nya, dan melihat kehormatan yang diberikan kepada yang setia dan menurut.— GC 636, 637 (1911). PAZ 213.2