Go to full page →

PASAL 91 - KITAB SUCI, KITAB YANG AMAT MENARIK HATI AML 262

Baik orang tua maupun orang muda banyak yang melalaikan Kitab Suci. Mereka tidak menjadikan Kitab Suci menjadi pelajarannya, dan hukum kehidupannya. Terutama orang muda banyak bersalah dalam hal ini. Mereka mempunyai banyak waktu untuk membaca buku-buku yang lain, tetapi buku yang menunjuk jalan kepada hidup yang kekal itu tidak dipelajarinya setiap hari. Cerita-cerita omong kosong dibaca dengan penuh perhatian, tetapi Kitab Suci sendiri dilalaikan. Kitab Suci itulah pemimpin kita kepada kehidupan yang lebih tinggi dan lebih suci. Orang-orang muda pasti akan mengatakan bahwa Kitab itulah satu Kitab yang amat menyukakan hati yang pernah dibacanya, sekiranya angan-angan hatinya belum disesatkan oleh bacaan cerita dongeng. AML 262.1

Pikiran-pikiran orang muda itu tak dapat mencapai pertumbuhannya yang termulia apabila mereka mengalpakan pancaran akal budi yang tertinggi,—Sabda Allah. Kita ini berada dalam dunia Allah, di hadirat Khalik; bahwa kita dijadikan atas petaNya; bahwa Tuhan memeliharakan kita dan cinta kepada kita serta menjaga kita,—inilah soal-soal yang indah untuk dipikir-pikirkan yang dapat memimpin pikiran kepada kenang-kenangan yang luas dan mulia. Barang siapa yang membuka pikiran dan hatinya untuk merenung-renungkan hal-hal yang demikian, kelak mereka tidak akan dapat dipuaskan oleh cerita-cerita yang sia-sia dan yang menggemparkan. AML 262.2

Pentingnya mencahari pengetahuan yang saksama dari Kitab Suci tiada taranya. “Diilhamkan Allah,” dapat membuat kita “bijaksana bagi selamat,” menjadikan “umat Allah lengkap betul kepada segala kebajikan.” (2 Timotius 3:15-17), Kitab Suci itu berhak mendapat penghormatan kita yang paling tinggi. Hendaknya kita jangan puas hanya dengan pengetahuan yang dangkal, melainkan kita mesti berusaha memahami makna kebenaran yang sesungguhnya, dan meminum sepenuh- penuhnya roh dari Kitab Suci.— Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 138, 139. AML 262.3