Go to full page →

PASAL 23 - SATU KELEMAHAN SAJA AML 83

Kita boleh menyombongkan diri karena kita bebas dari banyak perkara yang masih dilanggar oleh orang-orang lain, tetapi jikalau kita teguh dalam banyak perkara dalam kelakuan kita, dan lemah hanya dalam satu perkara saja, jadi masih adalah perhubungan di antara dosa dan jiwa. Hati itu dibagi di dalam pekerjaannya, dan berkata: “Ini buat keperluan diri sendiri dan itu buat Engkau.” Anak Allah mesti selidik dosa yang telah dimanjakan dan digemari olehnya, dan biarkan Tuhan Allah mengeluarkan dosa itu dari dalam hatinya. Dia mesti kalahkan satu dosa itu, karena bukanlah yaitu satu perkara yang enteng dalam pemandangan Tuhan. AML 83.1

Ada orang berkata: “Saya sama sekali tidak cemburu, tetapi ada kalanya saya jadi gusar dan sebutkan perkara-perkara yang kurang pantas, biarpun saya selalu menyesal sesudah saya menurutkan amarah hati.” Orang lain berkata pula: “Saya mempunyai kelemahan ini dan itu, akan tetapi saya sekali-kali tidak suka perbuatan hina begini dan begitu seperti diperbuat oleh salah seorang dari kenalan saya.” Tuhan tidak memberikan kepada kita satu daftar dosa-dosa, yang berbeda-beda beratnya, sehingga kita boleh menyangkakan beberapa rupa dosa sebagai enteng dan berkata bahwa dosa-dosa itu toh tidak menimbulkan kesusahan apa-apa, sedang dosa-dosa lain ada begitu berat serta akan mendatangkan kesusahan besar. AML 83.2

Satu rantai tidak lebih kuat daripada mata sambungannya yang paling lemah. Kita boleh katakan rantai serupa itu pada umumnya ada baik, tetapi jikalau satu sambungan lemah, maka rantai itu tidak bisa dipercayai kekuatannya. Pekerjaan mengalahkan dosa haruslah menjadi pelajaran tiap-tiap jiwa, yang masuk dalam kerajaan Allah. Perkataan kurang sabar yang gemetar di bibirmu mesti jangan dikeluarkan. Ke- pikiranmu bahwa peri keadaanmu tidak begitu dihargakan, mesti disingkirkan; karena itu melemahkan pengaruhmu, dan mendatangkan akibat yang pasti serta membikin engkau kurang berharga di mata orang lain. Engkau harus mengalahkan pikiran bahwa engkau seorang sahid, dan bergantunglah dengan teguh pada perjanjian Kristus, yang berkata; “Hendaklah karuniaKu pada bagimu.”— Review and Herald, 1 Agustus 1893. AML 83.3