Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents

Goeroe Indjil

 - Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    PESANAN KEPADA NABI JESAJA

    Apabila Allah hendak mengirimkan nabi Jesaja dengan satoe titah kepada bangsarja, lebih doeloe Dia soedah izinkan nabi itoe memmandang dalam chajal kedalam tempat jang maha soetji dalam ka'bah itoe. Dengan sekonjong-konjong pintoe dan tirai jang mentjeraikan tempat soetji dari pada jang maha soetji itoe sebagai terangkat dan ditarik, dan dia soedah diizinkan melihat kedalam keatas tempat jang maha soetji jang tidak boleh dimasoek meskipoen oleh nabi itoe sendiri. Disitoe lantas dia melihat Allah bersemajam diatas satoe tachta jang sangat tinggi,sedang segala kemoelaannja memenoehi ka'bah itoe. Berkeliling tachta itoe adalah serapim jang mendjadi penoenggoe Bagin- da, dan bersinar oleh kemoeliaan jang mengelilinginja. Selagi njanjian poedji-poedjian diboenjikan akan memoeliakan, maka tiang-tiang gerbang itoe bergojang seperti digoentjangkan oleh satoe gempa boemi. Dengan bibir jang tidak pernah berdosa, malaekat-malaekat ini soedah mengeloearkan poedji-poedjian bagai Allah. “Soetji, soetji, soetjilah Toehan serwa sekalian alam,” berseroe mereka , “maka segenap boemi poen penoehlah dengan kemoeliaannja.” 3Lihat Jesaja 6:1-8.GI 28.1

    Adapoen serapim jang berkeliling tachta itoe adalah penoeh dengan perbaktian sedang dia orang memandang kemoeliaan Allah, sehingga tidak sedikit poen mengindahkan dirinja. Segala poedjiannja adalah bagai Toehan serwa sekalian alam. Sedang dia orang melajangkan pikiran kepada jang akan datang, apabila seloeroeh doenia ini akan dipenoehi oleh kemoeliaannja, maka njanjian kemenangan itoe adalah dioetjapkan berbalas-balasan, “Soetji, soetji, soetjilah Toehan serwa sekalian alam.” Dia orang sangat poeas hati akan memoeliakan Allah; bernaoeng dihadiratnja, dan dibawah kebenarannja; lain tiada jang dikehendaki. Kepoeasan hatinja itoe, ialah oleh memakai roepa toeladan Toehan, berboeat kehendaknja, dan berbakti kepadanja.GI 29.1

    Selagi nabi itoe mendengarkan, maka kemoelian, koeasa, dan kebesaran Hoea soedah diperlihatkan kepadanja; dan dalam kenjataan ini poen lantas dia mengenal ketjemarannja dengan njata. Perkataannja sendiri, selakoe tjemarlah kepadanja. Dengan kerendahan hati jang sangat, dia berseroe, “Wai begaikoe; binasalah akoe kelak, karena akoe ini orang jang nadjis bibirkoe, . . . maka matakoe soedah melihat Radja, jaitoe Toehan serwa sekalian alam.”GI 29.2

    Adapoen kerendahan hati nabi Jesaja itoe benarlah adanja. Sesoedah perselisihan diantara kemanoesiaan dan ketoehanan itoe ditoendjoekkan kepadanja, dirasainjalah dirinja tidak sanggoep dan lajak. Bagaimanakah boleh dia berbitjara kepada bangsa itoe dari hai segala kemaoean Hoea?GI 30.1

    “Tetapi dari pada segala serapim itoe terbanglah seorang mendapatkan akoe dan pada tangannja adalah bara api, jang telah diambilnja dari atas medzbah dengan penjepit. Maka jaitoe dikenakannja kepada moeloetkoe seraja katanja: Bahwa sanja, serta terkenalah ini kepada bibirmoe, maka oendoerlah kesalahanmoe dari padamoe dan dosamoe poen soedah dihapoeskan.”GI 30.2

    Lantas nabi Jesaja dengar soeara Toehan, jang berkata, “Siapa akan koesoeroehkan? Siapakah akan mendjadi oetoesankoe?” dan karena sebab dikoeatkan oleh pendjamahan jang soetji tadi, dia soedah djawab, “Bahwa akoe ini hambamoe, soeroehkanlah akoe.”GI 30.3

    Sedang hamba-hamba Allah memandang dengan kepertjajaan kedalam tempat jang maha soetji, dan melihat pekerdjaan Imam Besar kita didalam ka'bah disoerga, dia orang mengerti jang mereka ada orang-orang jang berbibir nadjis, orang-orang jang soedah biasa mengatakan perkara jang sia-sia. Patoet sekalilah dia orang berteriak seperti nabi itoe sesoedah membandingkan keta'lajakaannja dengan kesempoernaan alMaseh. Dengan kesesalan hati, merasa jang dia orang tidak lajak dan sanggoep boeat pekerdjaan jang besar itoe, patoetlah dia orang berseroe, “Wai bagaikoe, binasalah akoe kelak.” Tetapi, kalau sadja seperti nabi Jesaja, dia orang rendahkan hatinja dihadapan Allah, maka pekerdjaan jang diperboeat bagai nabi itoe akan diperboeat djoega bagai mereka itoe. Bibirnja akan dikenakan dengan bara api jang hidoep dari pada medzbah itoe, dan mereka itoe poen tidak akan ingat diri lagi dalam pengenalan atas kebesaran dan koeasa Allah dan kesediaannja akan menolong mereka itoe. Dia orang akan mengerti betapa hal kesoetjian pekerdjaan jang ditanggoengkan kepadanja, dan akan menbentji segala apa sadja jang boleh menghinakan Dia jang soedah mengoetoes mereka itoe dengan pesanannja.GI 30.4

    Adapoen bara api itoe ialah toeladan pengoerapan, dan menoendjoekkan koeasa segala oesaha hamba-hamba Allah jang benar. Kepada semoea orang jang berboeat penjerahan jang penoeh sehingga Toehan boleh mendjamah bibirnja, beginilah sabdanja, “Pergilah engkau kepada ladang itoe. Saja akan bekerdja bersama-sama engkau.”GI 31.1

    Soeroehan jang soedah terima persediaan ini akan mendjadi satoe koeasa kebaikan dalam doenia. Perkataannja nanti mendjadi betoel, bersih, dan benar serta mengandoeng perasaan dan ketjintaan; perboeatannja akan mendjadi betoel, satoe pertolongan dan satoe berkat kepada jang lemah. Al-Masehlah akan selaloe berdiri disampingnja, dan mengatoerkan pikiran, perkataan, dan perboeatann.ja. Dia telah berdjandji akan mengalakan ketjongkakan, kekikiran, dan kepikiran diri. Sedang dia mentjari djalan akan menggenapi perdjandjian ini, maka dia akan mendapat kekoeatan rohani. Oleh pertemoean hari-hari dengan Allah dia mendjadi faham sekali dalam al-Kitab. Perhoeboengannja ialah dengan Bapa dan dengan Anaknja; sedang menoeroet kemaoean soerga, maka hari-hari dia bertambah lajak akan bitjarakan perkataan jang akan memimpin djiwa-djiwa jang tersesat kepada kandangnja al-Maseh.GI 31.2

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents