Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    Jatuhnya Kota Yerikho

    Bangsa Israel telah memasuki Kanaan, tetapi mereka belum menaklukkannya, dan kepada penglihatan manusia perjuangan untuk merebut negeri itu sukar sekali dan akan memakan waktu yang lama. Itu dihuni oleh satu bangsa yang kuat, yang siap sedia untuk menentang setiap penyerangan ke daerah mereka. Suku-suku bangsa yang beraneka ragam itu diikat menjadi satu oleh rasa takut terhadap satu bahaya yang sama. Kuda dan rata besi mereka, pengetahuan mere-ka akan negeri itu dan terlatihnya mereka dalam peperangan, memberi-kan kepada mereka satu keuntungan yang besar. Lebih jauh, negeri itu dilindungi oleh benteng-benteng, “kota-kota besar yang kubu-kubunya sampai ke langit.” Ulangan 9:1. Hanya dalam jaminan dari satu kekuat-an yang bukan milik mereka bangsa Israel dapat mengharapkan sukses dalam peperangan yang segera akan terjadi itu.SRNJ2 91.1

    Salah satu benteng yang paling kuat di negeri itu kota Yerikho yang besar dan mewah itu—terbentang tepat di hadapan mereka, tetapi sedikit agak jauh dari perkemahan mereka di Gilgal. Di perbatasan dari satu padang subur yang berkelimpahan dengan hasil bumi yang beraneka ragam, istana-istana dan kuil-kuil tempat tinggalnya kemewahan serta kejahatan, kota yang sombong ini, terlindung di balik bentengnya yang kukuh, menghadapkan satu tantangan kepada Allah bangsa Israel. Yerikho adalah salah satu pusat utama penyembahan berhala, yang dikhususkan kepada ilah Asytoret, dewi bulan itu. Di tempat inilah terpusat segala bentuk yang paling jahat dan paling keji dari agama bangsa Kanaan. Bangsa Israel, yang di dalam pikirannya masih segar tergambar akibat-akibat yang menakutkan dari dosa mereka di Baal-Peor, memandang kepada kota kafir ini dengan penuh rasa jijik dan ngeri.SRNJ2 91.2

    Penghancuran Yerikho oleh Yosua dianggap sebagai langkah pertama dalam menaklukkan Kanaan. Tetapi pertama-tama ia mencari jaminan pimpinan Ilahi, dan itu telah diberikan kepadanya. Dengan mengasingkan diri dari perkemahan itu untuk mengadakan meditasi dan beroda agar Allah bangsa Israel akan berjalan di hadapan umat-Nya, ia melihat seorang serdadu yang bersenjata, yang berperawakan tinggi dan berwibawa, “dengan pedang yang terhunus di tangannya. epada tantangan yang dihadapkan oleh Yosua, “Kawankah engkau atau lawan?” jawab yang diberikan, “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Perintah yang sama yang diberikan kepada Musa di Horeb, “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus,” menunjukkan karakter yang sebenarnya dari orang asing yang penuh rahasia itu. Adalah Kristus, Seorang yang ditinggikan, yang berdiri di hadapan pemimpin Israel itu. Dengan penuh kegentaran, Yosua bersujud dan menyembah, dan mendengar jaminan, “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa,” dan ia menerima petunjuk untuk menaklukkan kota itu.SRNJ2 92.1

    Sesuai dengan perintah Ilahi itu Yosua telah mengerahkan bala tentara Israel. Tidak perlu diadakan penyerangan. Mereka hanya diperintahkan untuk mengelilingi kota itu, sambil membawa tabut perjanjian Allah dan meniup sangkakala-sangkakala. Mula-mula berbarislah serdaduserdadu, sekelompok orang-orang yang terpilih, yang sekarang akan menaklukkan kota itu bukan dengan keahlian dan keberanian mereka sendiri, tetapi dengan menaati petunjuk-petunjuk yang telah diberikan kepada mereka oleh Tuhan. Tujuh orang imam dengan membawa sangkakala mengikutinya. Kemudian tabut perjanjian Allah, dikelilingi oleh terang kemuliaan Ilahi, dipikul oleh imam-imam yang memakai pakaian yang menunjukkan pekerjaan mereka yang suci. Lalu bala tentara Israel menyusul, masing-masing suku dengan panjinya. Demikianlah arak-arakan yang mengelilingi kota yang terkutu itu. Tidak adasuara yang terdengar kecuali jejak langkah bala tentara yang dahsyat itu, dan bunyi sangkakala yang khidmat, yang menggema di antara bukit-bukit dan di seluruh jalan-jalan di kota Yerikho. Perjalanan mengelilingi kota itu telah dilaksanakan, tentara Israel telah kembal, dengan tenang ke tenda-tenda mereka, dan tabut perjanjian itu dikembalikan ke tempat ya di dalam Kemah Suci.SRNJ2 92.2

    Dengan rasa heran dan panik pengawal kota itu memperhatikan set-ap gerak gerik mereka, dan melaporkannya kepada atasan-atasan mereka Mereka tidak mengetahui arti segala pertunjukan ini; tetapi apabila mereka melihat bala tentara yang hebat itu berbaris mengelilingu kota itu sekali setiap hari, dengan disertai oleh tabut perjanjian dan imam-imam, keajaiban pemandangan itu telah menimbulkan kagentaran di hati para imam dan orang banyak. Kembali mereka memeriksa pertahanan mereka yang kuat itu, dan merasa pasti bahwa mereka akan berhasil yang mengolok-olok pendapat bahwa sesuatu melapetaka akan datang menimpa mereka hanya oleh karena pertunjukan-pertunjukan yang aneh ini. Yang lain merasa heran apabila mereka mengamat-amati barisan yang setiap hari bergerak mengelilingi kota itu. Mereka ingat bahwa Laut Merah pernah terbelah di hadapan bangsa ini, dan satu jalan telahterbentang bagi mereka pada waktu menyeberangi Sungai Yordan belum lama berselang. Mereka tidak mengetahui keajaiban apa yang akan Allah adakan bagi mereka berikutnya.SRNJ2 93.1

    Enam hari lamanya bala tentara Israel telah mengelilingi kota itu. Hari yang ketujuh tibalah, dan dengan menyingsingnya fajar, Yosua telah mengerahkan bala tentara Tuhan. Sekarang mereka diperintahkan untuk berbaris mengelilingi kota Yerikho tujuh kali, dan pada saat sangkakala dibunyikan dengan nyaring mereka harus berteriak dengan suara yang keras, karena Allah telah memberikan kota itu kepada mereka.SRNJ2 93.2

    Bala tentara yang besar itu dengan khidmat berbaris mengelilingi kota benteng itu. Segala sesuatunya hening, kecuali jejak langkah kaki yang jumlahnya banyak, dan bunyi sangkakala yang sekali-sekali itu, memecah kesunyian pagi hari itu. Tembok-tembok kota yang ukuh itu seolah-olah menantang setiap usaha manusia untuk merebutnya. Penjagapenjaga benteng itu memperhatikan dengan penuh ketakutan, apabila perjalanan keliling yang pertama berakhir, kemudian diikuti oleh yang kedua, kemudian yang ketiga, keempat, kelima, keenam. Apakah gerangan maksud barisan-barisan yang ajaib itu ? Peristiwa a syat apakah yang segera akan terjadi? Mereka tidak perlu menunggu lama-lama. Apabila perjalanan keliling yang ketujuh itu berakhir, barisan yang panjang itu pun berhentilah. Sangkakala-sangkakala yang untuk sementara waktu tidak terdengar bunyinya, sekarang terdengar menggema sehingga menggoncangkan bumi. Dinding-dinding batu yang ku uh itu, bersama-sama dengan benteng dan menara-menaranya, bergetar dan tercabut dari dasarnya, dan kemudian jatuh ke bumi hancur berkepingkeping. Penduduk Yerikho dilumpuhkan oleh kegentaran, dan bala tentara Israel berbaris masuk dan menguasai kota itu.SRNJ2 94.1

    Bangsa Israel telah memperoleh kemenangan bukan oleh kekuatan mereka sendiri, kemenangan itu sama sekali berasal dari Tuhan; dan sebagai buah sulung dari negeri itu, kota ini dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, harus diserahkan sebagai korban kepada Allah. Perlu dijelaskan kepada Israel bahwa di dalam menaklukkan Kanaan mereka tidak perlu berperang bagi mereka sendiri, tetapi hanyalah sebagai alat untuk melaksanakan kehendak Allah; bukan untuk mencari kekayaan ataupun kehormatan diri, melainkan untuk kemuliaan Tuhan, Raja mereka. Sebelum merebut kota itu perintah telah diberikan, “Kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan.” “Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.”SRNJ2 94.2

    Segenap penduduk kota itu, dengan segala makhluk hidup yang ada di dalamnya, “baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai,” harus dibunuh oleh pedang. Hanya Rahab yang setia itu, dengan seisi rumah tangganya, dibiarkan hidup, sebagai kegenapan janji dari mata-mata itu. Kota itu sendiri dibakar; istana dan kuil-kuilnya, tempat-tempatnya yang megah dengan segala kemewahannya, kain-kain dan jubah-jubah yang mahal, semuanya dibakar. Segala sesuatu yang tidak bisa dimusnahkan oleh api, “segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi,” harus diserahkan untuk pekerjaan pelayanan dalam Bait Suci. Tempat dari kota itu sendiri harus ditumpas; Yerikho tidak pernah akan didirikan lagi sebagai satu benteng yang kuat; hukuman dihadapkan kepada siapa saja yang berani membangun kembali dinding-dinding yang telah dihancurkan oleh kuasa Ilahi. Suatu pengumuman yang khidmat telah diberikan di hadapan segenap bani Israel, “Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; de-ngan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!” Kebinasaan total orang-orang Yerikho adalah merupakan kegenapan perintah yang pernah diberikan sebelumnya melalui Musa sehubungan dengan penduduk Kanaan: “Maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali.” Ulangan 7:2. “Tetapi dari kota-kota bangsa ini, . . .janganlah kaubiarkan hidup apa pun yang bernapas.” Ulangan 20:16. Kepada banyak orang perintah ini seolaholah bertentangan dengan roh kasih dan rahmat seperti yang dinyatakan di bagian lain Alkitab, tetapi sesungguhnya semuanya ini merupakan perintah dari kebajikan dan kebijaksanaan yang tidak terbatas. Allah segera akan menetapkan Israel di Kanaan, untuk mengembangkan di antara mereka satu bangsa dan pemerintahan yang akan menjadi sebagai satu pernyataan daripada kerajaan-Nya di atas dunia ini. Mereka bukan saja akan menjadi pewaris agama yang benar, tetapi juga harus menyebarluaskan prinsip-prinsipnya ke seluruh permukaan bumi. Bangsa Kanaan telah menyerahkan dirinya kepada kekafiran yang paling jahat dan paling menjijikkan, dan perlulah negeri itu dibersihkan dari perkara-perkara yang pasti akan menghalangi terlaksananya maksud-maksud Allah yang indah itu.SRNJ2 94.3

    Penduduk negeri Kanaan telah diberi kesempatan yang cukup untuk bertobat. Empat puluh tahun sebelumnya, dibelahkannya Laut Teberau dan hukuman-hukuman terhadap negeri Mesir telah menjadi saksi tentang kekuasaan Allah bangsa Israel. Dan sekarang kehancuran rajaraja Midian Gilead dan Bazan, lebih jauh telah menyatakan bahwa Tuhan lebih tinggi daripada segala dewa. Kesucian tabiat-Nya dan rasa jijikNya terhadap segala kenajisan telah dinyatakan dalam hukuman ke atas bangsa Israel oleh karena mereka telah mengambil bagian dalam upacaraupacara yang keji bagi Baal-peor. Segala peristiwa ini diketahui oleh penduduk Yerikho, dan banyak dari antara mereka yang merasakan ke-yakinan yang sama seperti Rahab, sekalipun mereka menolak menurutinya, bahwa Tuhan, Allah bangsa Israel, “adalah Allah langit yang di atas dan bumi yang di bawah.” Seperti orang-orang sebelum Air Bah, bangsa Kanaan hidup hanya untuk menghujat surga dan menodai bumi ini. Dan baik kasih dan juga keadilan menuntut diadakannya hukuman yang segera ke atas pemberontak-pemberontak terhadap 7 uhan dan musuh kepada manusia.SRNJ2 96.1

    Betapa mudahnya bala tentara surga telah menghancurkan temboktembok Yerikho, kota yang sombong itu, yang bentengnya empat puluh tahun yang lalu telah menyebabkan kegentaran kepada mata-mata yang tidak percaya itu! Yang Mahakuasa bangsa Israel telah berkata, “Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini.” Terhadap kata-kata ini kekuatan manusia tidak berdaya.SRNJ2 96.2

    “Oleh iman runtuhlah tembok-tembok Yerikho.” Ibrani 11:30. Penghulu bala tentara Allah hanya berhubungan dengan Yosua saja; Ia tidak menyatakan diri-Nya kepada segenap perhimpunan itu, dan terserah kepada mereka untuk mempercayai atau meragukan kata-kata Yosua, untuk menurut kepada perintah yang diberikan olehnya di dalam nama Tuhan, atau untuk menyangkal wewenangnya. Mereka tidak dapat melihat bala tentara malaikat yang mengawal mereka di bawah pimpinan Anak Allah. Mereka bisa saja berdalih: “Betapa tidak berartinya usahausaha ini, dan betapa ganjilnya untuk berbaris setiap hari mengelilingi dinding kota itu sambil meniup sangkakala yang terbuat dari tanduk domba. Ini tidak akan ada pengaruhnya terhadap benteng-benteng yang menjulang tinggi itu.” Tetapi rencana untuk meneruskan pekerjaan ini yang memakan waktu yang cukup lama sebelum hancurnya temboktembok itu telah memberikan kesempatan untuk berkembangnya iman di antara bani Israel. Haruslah dijelaskan kepada pikiran mereka bahwa kekuatan mereka bukan terdapat dalam kebijaksanaan manusia, atau di dalam kegagahannya, tetapi hanya di dalam Allah keselamatan mereka. Dengan demikian mereka akan terbiasa bersandar sepenuhnya kepada pemimpin Ilahi mereka.SRNJ2 96.3

    Allah akan melakukan perkara-perkara yang besar bagi mereka yang berharap kepada-Nya. Sebab mengapa orang-orang yang mengaku diri sebagai umat-Nya tidak memiliki kekuatan yang lebih besar oleh karena mereka berharap terlalu banyak kepada kebijaksanaan mereka sendiri, dan tidak memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya demi kepentingan mereka. Ia akan menolong umat-Nya yang percaya di dalam setiap keadaan darurat jikalau mereka mau menaruh segenap kepercayaan mereka di dalam Dia, dan dengan setia menurut kepada-Nya.SRNJ2 97.1

    Segera setelah kehancuran Yerikho, Yosua bertekad untuk menyerang Ai, sebuah kota kecil di antara lembah-lembah beberapa mil di sebelah barat Lembah Yordan. Mata-mata yang diutus ke tempat ini telah membawa kembali laporan bahwa penduduknya sedikit, dan bahwa dengan sedikit saja kekuatan tentara maka kota itu akan dapat ditaklukkan.SRNJ2 97.2

    Kemenangan besar yang diadakan Allah bagi mereka telah menjadikan orang Israel merasa percaya kepada diri sendiri. Oleh karena Ia telah menjanjikan kepada mereka negeri Kanaan itu, mereka merasa aman dan gagal untuk menyadari bahwa hanya pertolongan Ilahi saja yang dapat memberikan sukses kepada mereka. Yosua sendiri telah mengadakan rencana-rencana untuk menaklukkan Ai tanpa meminta nasihat dari Allah.SRNJ2 97.3

    Bangsa Israel telah mulai mengagung-agungkan kekuatan mereka sendiri serta menganggap remeh musuh mereka. Mereka merasa bahwa kemenangan akan diperoleh dengan mudah, dan mereka berpendapat tiga ribu orang saja sudah cukup untuk merebut kota itu. Mereka de- ngan tergesa-gesa telah mengadakan serangan tanpa adanya jaminan bahwa Allah akan beserta dengan mereka. Pada waktu mereka sudah mendekati pintu gerbang kota itu, mereka ternyata menghadapi satu pertahanan yang amat kuat. Panik melihat jumlah musuh yang banyak serta persiapan yang baik itu, mereka telah melarikan diri dengan kacau balau melalui jalan yang menurun. Bangsa Kanaan mengejar dengan garangnya; “Orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota,...dan dipukul kalah di lereng.” Sekalipun kerugian mereka kecil jumlahnya—tetapi tiga puluh enam orang telah mati terbunuh—kekalahan itu telah mengecewakan seluruh perhimpunan itu. “Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.” Ini adalah kali yang pertama dimana me reka telah berhadapan dengan bangsa Kanaan dalam peperangan yang sebenarnya, dan jikalau mereka bisa diusir oleh bala tentara dari kota yang kecil itu, apakah yang menjadi akibatnya bilamana mereka harus menghadapi satu peperangan yang lebih besar di hadapan mereka? Yosua menganggap bahwa kegagalan mereka itu sebagai ungkapan murka Allah, dan dengan hati yang sedih dan susah ia “mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya.”SRNJ2 97.4

    “Ah, TUHANku,” katanya, “Allah, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan? supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? .... O Tuhan, apakah yang akan kukatakan, setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya? Apabila hal itu terdengar oleh orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dan bumi ini. Dan apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan nama-Mu yang besar itu?”SRNJ2 98.1

    Jawab dari Tuhan adalah, “Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian? Orang Israel telah. . . melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka.” Itu adalah saat untuk bertindak dengan cepat dan tegas, dan bukan untuk bersusah hati dan kecewa. Ada satu dosa tersembunyi di perkemahan mereka, dan itu harus diselidiki dan dibuangkan sebelum berkat dan hadirat Tuhan dapat menyertai mereka. “Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu.”SRNJ2 98.2

    Perintah Allah telah diabaikan oleh salah seorang dari antara mereka yang telah ditetapkan untuk melaksanakan peraturan-peraturan-Nya. Dan bangsa itu harus bertanggung jawab atas kesalahan orang yang melanggar itu: “Mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya.” Petunjuk telah diberikan kepada Yosua untuk mencari dan menghukum si penjahat itu. Undi harus diadakan untuk mengetahui siapa yang bersalah. Orang yang bersalah itu tidak ditunjuk secara langsung, untuk sementara waktu perkara itu dibiarkan menjadi kebimbangan, agar supaya orang banyak itu dapat merasakan tanggung jawab mereka terhadap dosa-dosa yang ada di antara mereka; dan dengan demikian mereka akan dituntun untuk menyelidiki hati serta merendahkan diri di hadapan Tuhan.SRNJ2 99.1

    Pagi-pagi sekali keesokan harinya, Yosua mengumpulkan bangsa itu suku demi suku, dan upacara yang khidmat dan mengesankan itu pun dimulailah. Langkah demi langkah penyelidikan itupun diadakan. Ujian yang menakutkan itu pun semakin lama semakin lebih ketat. Mulamula suku bangsanya, kemudian keluarganya, kemudian rumah tangganya, kemudian orangnya dinyatakan, dan Akhan bin Karmi, dari suku Yehuda, ditunjuk oleh jari Allah sebagai penyebab kesulitan itu.SRNJ2 99.2

    Untuk menjadikan agar tidak ada keragu-raguan tentang kesalahannya, agar tidak ada alasan untuk menuduh bahwa ia telah dihukum secara tidak adil, Yosua dengan khidmat meminta agar Akhan menceritakan kebenaran. Orang yang malang itu telah mengadakan pengakuan sepenuhnya tentang kejahatannya: “Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel,... Aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali.” Para utusan dengan segera telah disuruh pergi ke tenda itu, dimana mereka telah menggali tanah di tempat yang telah ditunjukkan, dan “sesungguhnya, semuanya itu disembunyikan dalam kemah Akhan, dan perak itu ada di bawah sekali. Maka mereka mengambil semuanya itu dari dalam kemah, lalu membawanya kepada Yosua,... dan mencurahkannya di hadapan TUHAN.”SRNJ2 99.3

    Hukuman diucapkan dan dengan segera telah dilaksanakan. “Seperti engkau mencelakakan kami,” kata Yosua “maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.” Oleh karena bangsa itu telah bertanggung jawab atas dosa Akhan, dan telah menderita akibat-akibatnya, maka mereka melalui wakil-wakil mereka, harus mengambil bagian di dalam menjatuhkan hukumannya. “Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu.”SRNJ2 100.1

    Kemudian di atas orang itu disusun batu-batu yang banyak jumlahnya —sebagai satu saksi akan dosa dan hukumannya. “Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor,” yang berarti, “kekacauan”. Di dalam buku Tawarikh peringatannya dituliskan “Akhan, yang mencelakakan orang Israel.” 1 Tawarikh 2:7.SRNJ2 100.2

    Dosa Akhan di lakukan dengan menentang amaran-amaran yang paling nyata dan khidmat dan pernyataan kuasa Allah yang paling hebat. “Jagalah dirimu dari barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan... dan dengan demikian membawa kemusnahan,” adalah pengumuman. kepada segenap bangsa Israel. Perintah itu diberikan segera setelah mereka menyeberangi Yordan secara ajaib, dan pengakuan akan perjanjian Allah dengan melalui upacara sunat kepada bangsa itu setelah merayakan Paskah, dan setelah Malaikat perjanjian, Penghulu bala tentara Allah itu menunjukkan diri-Nya. Peristiwa itu telah diikuti oleh hancurnya Yerikho, sebagai satu bukti bahwa kebinasaan yang pasti akan terjadi kepada semua orang yang melanggar hukum-Nya. Kenyataan bahwa hanya kuasa Ilahi saja yang telah memberikan kemenangan kepada Israel, bahwa mereka bukan menguasai Yerikho oleh kekuatan mereka sendiri, memberikan arti yang khidmat kepada perintah yang melarang mereka mengambil barang-barang rampasan itu. Allah, oleh kuasa sabda-Nya sendiri, telah menghancurkan benteng kota ini; kemenangan itu adalah milik-Nya, dan kepada Dia saja kota itu dengan segenap isinya harus dipersembahkan.SRNJ2 100.3

    Dari antara jutaan orang Israel hanya satu orang saja, yang di tengah-tengah suasana khidmat dari kemenangan dan pehukuman itu, yang telah berani melanggar perintah Allah. Sifat tamak Akhan telah dirangsang oleh penglihatan akan jubah-jubah Sinear yang indah; sekalipun pada saat itu telah membawa dia berhadapan dengan maut, ia menyebutnya “sehelai kain Sinear yang indah-indah” Sebuah dosa telah menuntun , kepada dosa yang lainnya, dan ia telah mengambil emas dan perak yang telah diserahkan kepada perbendaharaan Allah—ia telah merampok dari Tuhan akan buah sulung dari negeri Kanaan.SRNJ2 100.4

    Dosa keji yang telah memimpin kehancuran Akhan berakar pada sifat tamak, di antara segala dosa, inilah yang paling biasa terjadi dan yang paling dianggap remeh. Sementara pelanggaran-pelanggaran yang lainnya diselidiki dan dihukum, betapa jarangnya usaha diadakan untuk meneliti pelanggaran terhadap hukum yang kesepuluh ini. Kekejian dosa ini, dan akibat-akibatnya yang hebat, adalah pelajaran dari sejarah Akhan.SRNJ2 101.1

    Sifat tamak adalah satu kejahatan yang berkembang dengan lambat laun. Akhan telah memanjakan rasa ingin untuk memperoleh keuntungan sehingga itu telah menjadi kebiasaan, yang telah mengikat dia dengan satu tali yang hampir-hampir mustahil untuk diputuskan. Sementara memanjakan kejahatan ini, ia sebenarnya dipenuhi oleh rasa gentar mengingat akan datangnya malapetaka ke atas Israel; tetapi pandangannya telah digelapkan oleh dosa, dan bilamana penggodaan datang, ia telah jatuh sebagai satu mangsa yang empuk.SRNJ2 101.2

    Bukankah dosa-dosa yang sama masih tetap dilakukan, di hadapan amaran-amaran yang sama khidmat dan jelasnya? Larangan yang sama tegasnya terhadap pemanjaan sifat tamak diberikan kepada kita seperti kepada Akhan pada waktu ia mengambil barang-barang rampasan di Yerikho. Tuhan telah menyatakan hal itu sebagai satu penyembahan berhala. Kepada kita diamarkan, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mammon.” Matius 6:24. “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan.” Lukas 12:15. “Disebut saja pun jangan di antara kamu.” Efesus 5:3. Kita melihat di hadapan kita kutuk yang mengerikan yang telah menimpa Akhan, Yudas, Ananias dan Safira. Di belakang dari semuanya ini kita juga melihat hal yang sama dari Lusifer, “putra fajar itu,” yang dengan mengingini satu kedudukan yang lebih tinggi, telah kehilangan terang serta kemuliaan surga. Namun de- mikian, sekalipun ada segala amaran ini, sifat tamak tetap merajalela.SRNJ2 101.3

    Di mana-mana jejaknya yang licin itu terlihat. Itu telah menimbulkan ketidakpuasan dan perpecahan di dalam rumah tangga, itu membangkitkan iri hati dan kebencian di dalam diri orang miskin terhadap orang kaya; itu menyebabkan penekanan yang kejam oleh orang kaya terhadap orang miskin. Dan kejahatan ini ada bukan hanya di dalam dunia saja tetapi juga di dalam gereja. Betapa lazimnya sekali pun di dalam gereja kita dapati sifat mementingkan din, kejahatan, perbuatan yang berlebih-lebihan, melalaikan belas kasihan, dan merampok Allah “dalam persepuluhan dan persembahan.” Di antara anggota anggota gereja “dalam status yang baik dan tetap” amat disayang an, terdapat banyak Akhan. Banyak orang yang datang dengan rajin ke gereja, duduk pada meja perjamuan Tuhan, sementara itu di antara harta bendanya terdapat laba yang keji, perkara-perkara yang telah dikutuk oleh Allah. Untuk sehelai kfin Sinear yang indah, banyak orang telah mengorbankan isikan hati nuraninya dan harapan mereka untuk memperoleh surga. Banyak orang memikirkan sifat kejujuran mereka, dan kesanggupan mereka untuk menjadi manusia yang berguna, untuk memperoleh sekarung uang perak. Teriakan dari orang-orang miskin yang menderita tidak. dipedulikannya lagi; terang Injil telah terhalang dalam perjalanannya, ejekan orang-orang dunia telah ditimbulkan oleh praktik-praktik yang bertentangan dengan pengakuan Kristen; namun demikian orang-orang yang bersifat tamak ini terus menimbun harta benda. “Bolehkah manusia menipu Allah?Namun kamu menipu Aku?” (Maleakhi 3.8), kata Tuhan.SRNJ2 102.1

    Dosa Akhan telah mendatangkan malapetaka ke atas segenap bangsa itu. Untuk dosa satu orang murka Allah telah turun e atas segenap jemaat-Nya sampai pelanggaran itu diselidiki dan dibuangkan. Pengaruh yang harus paling ditakuti oleh gereja bukanlah pengaruh dan orangorang yang menentang dengan terang-terangan, orang-orang kafir, dan penghujat-penghujat, tetapi pengaruh dari orang-orang yang mengaku diri Kristen tetapi tidak hidup seperti orang Kristen. Mereka inilah yang telah menahan berkat-berkat Allah Israel dan menyebabkan kelemahan di antara umat-Nya.SRNJ2 102.2

    Apabila gereja sedang berada dalam kesulitan, apabila timbul suasana dingin serta kemerosotan rohani, sehingga memberikan kesempatan kepada musuh-musuh Allah untuk menang, maka gantinya berlipat tangan dan merasa sedih atas keadaan mereka, biarlah anggota-anggotanya bertanya kalau-kalau ada seorang Akhan di antara mereka. Dengan kerendahan hati serta menyelidiki hati, biarlah masing-masing berusaha untuk mencari dosa yang tersembunyi yang telah menutup hadirat Ilahi.SRNJ2 102.3

    Akhan mengakui kesalahannya, tetapi sudah terlambat waktunya, saat mana pengakuan itu dapat menjadi keuntungan bagi dirinya. Ia telah melihat bala tentara Israel kembali dari Ai dengan kekalahan serta kekecewaan; namun demikian ia tidak berani maju ke depan dan mengakui dosanya. Ia telah melihat Yosua dan tua-tua Israel bersujud di atas bumi dalam kesedihan yang tidak terlukiskan oleh kata-kata. Andaikata ia telah mengadakan pengakuan pada saat itu, ia akan dapat memberikan bukti adanya pertobatan yang sejati; tetapi ia tetap berdiam. Ia telah mendengar pengumuman bahwa satu kejahatan besar telah dilakukan, dan malahan telah mendengar sifat kejahatan itu disebutkan. Tetapi bibirnya terkatup terus. Kemudian datanglah penyelidikan yang khidmat itu. Betapa jiwanya telah dipenuhi oleh kegentaran apabila ia melihat suku bangsanya dinyatakan, kemudian keluarga dan rumah tangganya! Tetapi ia tetap tidak mengadakan pengakuan, sampai jari Allah menunjuk kepada dirinya. Barulah, apabila dosanya tidak dapat disembunyikan lagi, ia mengakui apa yang sebenarnya. Betapa seringnya pengakuan serupa diadakan. Ada satu perbedaan yang besar antara mengakui kenyataan-kenyataan setelah semuanya itu dibuktikan dengan pengakuan dosa-dosa yang hanya diketahui oleh diri sendiri, dan Allah saja. Akhan tidak akan mengadakan pengakuan kalau ia tidak berharap bahwa dengan berbuat hal itu akan dapat melepaskan dirinya dari akibat-akibat kejahatannya. Tetapi pengakuannya hanyalah menyatakan bahwa hukuman terhadap dirinya adalah adil. Tidak ada pertobatan yang sejati, tidak ada penyesalan, tidak ada perubahan dalam maksud, tidak ada rasa kekejian dosa di dalam dirinya.SRNJ2 103.1

    Demikian juga pengakuan-pengakuan akan diadakan oleh orangorang yang bersalah di hadapan pengadilan Allah, setelah setiap persoalan telah ditetapkan untuk hidup atau mati. Akibat-akibat yang telah menimpa dirinya akan memaksa masing-masing orang untuk mengadakan pengakuan dosanya. Itu akan dipaksa keluar dari jiwanya oleh satu perasaan yang hebat hukuman terhadap dirinya dan satu penglihatan yang menakutkan akan datangnya pengadilan. Tetapi pengakuan seperti itu tidak akan dapat menyelamatkan orang yang berdosa itu.SRNJ2 103.2

    Selama mereka dapat menyembunyikan pelanggaran mereka dari sesama mereka, banyak orang seperti Akhan, merasa aman dan menenangkan dirinya bahwa Allah tidak akan terlalu teliti untuk mencatat kejahatan. Akhirnya setelah terlambat dosa-dosa mereka akan mendapatkan mereka pada hari bilamana mereka tidak akan dapat lagi menyucikannya dengan korban untuk selama-lamanya. Bilamana catatan-catatan surga akan dibuka, Hakim itu tidak akan mengumumkan kepada manusia tentang dosa-dosanya melalui kata-kata, tetapi dengan melemparkan satu pandangan yang menembus serta meyakinkan, maka setiap perbuatan, setiap urusan-urusan menyangkut kehidupan, dengan jelas akan ditimbulkan kembali di dalam ingatan orang-orang yang berbuat kesalahan itu. Orang itu tidak perlu, seperti pada zaman Yosua, harus diselidiki dari suku sampai kepada keluarganya, tetapi bibirnya sendiri akan mengakui kesalahannya. Dosa-dosa yang tersembunyi dari pengetahuan manusia pada waktu itu akan diumumkan kepada seluruh dunia.SRNJ2 104.1

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents