Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    44—TANDA YANG BENAR

    “KEMUDIAN Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidnn pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.” Mrk. 7:31.KSZ2 9.1

    Di daerah Dekapolislah orang yang dirasuk Setan di Gadara telah di-sembuhkan. Di sinilah orang banyak, yang digemparkan oleh musnahnya kawanan babi, mendesak Yesus keluar dari antara mereka. Tetaoi mereka telah mendengarkan para pesuruh yang ditinggalkan-Nya, dan suatu kerinduan dibangkitkan untuk melihat Dia. Ketika la memasuki daerah itu, orang banyak pun mengerumuni Dia, dan seorang yang tuli dan gagap dibawa kepada-Nya. Yesus tidak berbuat sebagaimana kebiasaan-Nya, yakni memulihkan orang itu dengan satu Rata saja. Dengan mengasingkan dia dari antara orang banyak, Ia memasukkan jari-Nya ke dalam telinganya, dan menjamah lidahnya; sambil menengadah ke langit, Ia merasa cemas karena memikirkan bahwa banyak orang tidak mau mendengar kebenaran, serta lidah yang enggan mengakui Penebus. Ketika mengucapkan, “Terbukalah,” pulihlah kesanggupan untuk bicara pada orang itu dan dengan tidak menghiraukan perintah supaya jangan menceritakan kepada seorang jua pun pergilah ia menyebarluaskan cerita tentang kesembuhannya.KSZ2 9.2

    Yesus mendaki sebuah gunung, dan di sanalah orang banyak datang mengerumuni Dia, sambil membawa orang sakit dan timpang, dan mele-takkan mereka di kaki-Nya. la menyembuhkan mereka semuanya, dan orang banyak itu, meskipun mereka disebut orang kafir, memuliakan Allah orang Israel. Selama tiga hari mereka terus-menerus mengerumuni Juruselamat, tidur pada waktu malam di alam terbuka, dan sepanjang hari mendesak dengan penuh kerinduan hendak mendengar perkataan Kristus, dan melihat perbuatan-Nya. Lepas tiga hari, habislah persediaan makanan mereka. Yesus tidak tega menyuruh mereka pergi dalam keadaan lapar, dan la menyuruh murid-murid-Nya memberi makanan kepada mereka. Sekali lagi murid-murid menyatakan kekurangan iman mereka. Di Betsaida mereka telah melihat bagaimana, dengan berkat Kristus, persediaan mereka yang sedikit digunakan untuk memberi makan kepada orang banyak; meskipun demikian kini mereka tidak menyampaikan segala sesuatu yang ada pada mereka, seraya berharap pada kuasa-Nya untuk melipatgandakannya bagi orang banyak yang lapar itu. Tambahan lagi, mereka yang diberi-Nya makan di Betsaida adalah orang Yahudi; ini adalah orang yang kafir dan bukan orang Yahudi. Prasangka Yahudi masih kuat dalam hati murid-murid, dan mereka menjawab Yesus, “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?” Tetapi untuk mentaati perintah-Nya, mereka membawa kepada-Nya apa yang ada pada mereka --tujuh ketul roti dan dua ekor ikan. Orang banyak dikenyangkan, tujuh bakul besar sisa makanan yang ketinggalan. Empat ribu pria, selain dari wanita dan anak-anak, disegarkan dengan cara demikian, dan Yesus menyuruh mereka pulang dengan hati yang gembira dan penuh syukur.KSZ2 10.1

    Kemudian dengan menumpang sebuah perahu dengan murid-muridNya, Ia menyeberangi danau itu ke Magadan, di ujung selatan padang Genesaret. Di perbatasan Tirus dan Sidon semangat-Nya disegarkan oleh iman yang teguh di pihak perempuan Siro Fenisia. Orang kafir di Dekapolis telah menerima Dia dengan kegembiraan. Sekarang ketika Ia mendarat sekali |agi di Galilea, di mana kuasa-Nya telah dinyatakan dengan sangat menarik, di mana kebanyakan perbuatan kemurahan-Nya telah dilakukan, dan pengajaran-Nya telah diberikan, Ia menemui sikap kurang percaya yang menghinakan.KSZ2 10.2

    Seorang utusan orang-orang Farisi disertai oleh seorang yang mewakili Saduki yang kaya dan bangsawan, rombongan imam-imam, orang yang tidak beriman dan kaum ningrat dari bangsa itu. Kedua sekte itu musuh besar. Orang Saouki mengambil hati pemerintah yang berkuasa agar dapat mempertahankan kedudukan dan kekuasaan mereka. Sebaliknya, orang-orang Farisi, yang menaruh kebencian yang meluas terhadap orang Roma, merindukan saatnya bila mereka dapat menyingkirkan kuk pemenang itu. Tetapi orang Farisi dan orang Saduki kini bersatu melawan Kristus. Kegemaran mencari kegemaran, dan kejahatan, di mana saja itu terdapat, bersekongkol dengan kejahatan untuk membinasakan kebaikan.KSZ2 11.1

    Sekarang orang Farisi dan orang Saduki datang kepada Kristus, sambil meminta tanda dari surga. Ketika zaman Yosua Israel keluar untuk bertempur melawan orang Kanaan di Bait Horon, matahari diam atas pe-rintah pemimpin itu sampai kemenangan diperoleh: dan banyak keajaiban seperti itu sudah ditunjukkan dalam sejarah mereka. Tanda seperti itulah yang dituntut dari Yesus. Tetapi bukannya tanda-tanda ini yang diperlukan oleh orang Yahudi. Bukannya hanya bukti secara lahir dapat menguntungkan mereka. Apa yang mereka perlukan ialah bukan pene-rangan secara intelek, melainkan pembaruan rohani.KSZ2 11.2

    “Rupa langit kamu tahu membedakannya,” kata Yesus-oleh memper-hatikan langit mereka dapat meramalkan cuaca--“Tetapi tanda-tanda za-man tidak.” Pekataan Kristus sendiri, yang diucapkan dengan kuasa Roh Kudus yang meyakinkan mereka tentang dosa merupakan tanda yang diberikan Allah untuk keselamatan mereka. Dan tanda-tanda yang langsung dari surga telah diberikan untuk membuktikan tugas Kristus. Nyanyian malaikat-malaikat kepada gembala-gembala, bintang yang menuntun orang Majus, burung merpati dan suara dari surga ketika Ia dibaptiskan, merupakan saksi-saksi bagi-Nya.KSZ2 11.3

    “Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: Mengapa angkatan ini meminta tanda?” “Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus.” Sebagaimana Yunus berada di perut ikan besar tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Kristus harus berada “di dalam rahim bumi” dalam waktu yang sama. Dan sebagaimana khotbah Yunus menjadi suatu tanda bagi orang Niniwe, demikian juga khot- bah Kristus menjadi suatu tanda bagi generasi-Nya. Tetapi alangkah mencolok perbedaannya dalam penerimaan akan sabda itu! Penduduk kota kafir yang besar itu gemetar ketika mereka mendengar amaran dari Allah. Raja-raja dan kaum bangsawan merendahkan diri; yang tinggi dan yang hina bersama-sama berseru kepada Allah di surga, dan kemurahanNya diberikan kepada mereka. “Pada waktu penehaknnan, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini,” kata Kristus, “dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus.” Mat. 12:41.KSZ2 11.4

    Seuap mukjizat yang diadakan oleh Kristus menjadi suatu tanda Keilahian-Nya. Ia sedang melakukan pekerjaan yang sama yang telah dinubuatkan tentang Mesias; tetapi bagi orang Farisi perbuatan kemurahan ini merupakan suatu penghinaan yang pasti. Para pemimpin Yanudi memandang dengan sikap tidak peduli yang tidak mengenal belas kasihan terhadap penderitaan manusia. Dalam banyak hal sifat mementingkan diri dan penindasan mereka telah menyebabkan kesedihan yang diringankan oleh Kristus. Dengan demikian mukjizat-mukjizat-Nya merupakan suatu celaan bagi mereka.KSZ2 12.1

    Hal yang membawa orang Yahudi kepada penolakan akan pekerjaan Juruselamat ialah bukti tertinggi tentang tabiat Ilahi-Nya. Makna terbesar mukjizat-mukjizat-Nya kelihatan dalam kenyataan bahwa segala perkara itu mendatangkan berkat bagi umat manusia. Bukti tertinggi bahwa Ia datang dari Allah ialah bahwa kehidupan-Nva menyatakan tabiat Allah. Kehidupan seperti itu merupakan yang terbesar dari segala mukjizat.KSZ2 12.2

    Bila pekabaran kebenaran disampaikan pada zaman kita, banyak orang berseru, sama seperti orang Yahudi, tunjukkanlah kepada kami suatu tanda. Perbuatlah bagi kami suatu mukjizat. Kristus tidak mengadakan mukjizat atas permintaan orang Farisi. Ia tidak mengadakan mukjizat di padang belantara sebagai jawaban terhadap sindiran Setan. Ia tidak memberikan kepada kita kuasa untuk membuktikan diri atau memuaskan tuntutan sifat kurang percaya dan kesombongan. Tetapi Injil itu bukannya tanpa tanda asal usul Ilahinya. Bukankah dengan mukjizat kita dapat melepaskan diri dari perhambaan Setan? Perseteruan terhadap Setan bukannya terdapat dengan sendirinya dalam hati manusia; sifat itu ditanamkan oleh rahmat Allah. Bila seorang yang sudah dikendalikan oleh kemauan yang degil dan keras kepala dibebaskan, serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada pengaruh yang tegas dari Roh Kudus, maka suatu mukjizat diadakan demikian juga halnya bila seorang yang sudah berada di bawah penipuan hebat tiba pada pengertian akan kebenaran akhlak. Setiap kali satu jiwa bertobat, dan belajar mengasihi Allah dan memeliharakan hukum-hukum-Nya, janji Allah digenapi, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru di dalam batinmu.” Yeh. 36:26. Perubahan dalam hati manusia, perubahan tabiat manusia, merupakan suatu mukjizat yang menyatakan Juruselamat yang hidup selamanya, yang bekerja untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Suatu kehidupan yang tetap dalam Kristus adalah suatu mukjizat yang besar. Dalam memasyhurkan sabda Allah, tanda yang harus ditunjukkan sekarang dan senantiasa ialah hadirnya Roh Kudus, untuk menjadikan sabda itu suatu kuasa yang membarui bagi mereka yang mendengarnya. Inilah saksi Allah di hadapan dunia mengenai tugas Ilahi Anak-Nya.KSZ2 12.3

    Mereka yang menghendaki suatu tanda dari Yesus telah mengeraskan hati dalam kurang iman sehingga mereka tidak melihat peta Allah dalam tabiat-Nya. Mereka tidak mau melihat bahwa tugas-Nya merupakan kegenapan Kitab Suci. Dalam perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus, Yesus mengatakan kepada orang Farisi, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” Luk. 16:31. Tiada tanda yang dapat diberikan di surga atau di bumi dapat menguntungkan mereka.KSZ2 13.1

    “Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya,” dan sambil berbalik dari rombongan pengritik, Ia pun memasuki perahu sekali lagi dengan muridmurid-Nya. Dalam ketenangan yang dipenuhi kesedihan mereka menye-berangi lagi danau itu. Meskipun demikian mereka tidak kembali ke tempat yang telah mereka tinggalkan, melainkan menuju ke Betsaida, di dtkat tempat di mana lima ribu orang telah dikenyangkan. Ketika mereka tiba di seberang, Yesus berkata, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Orang Yahudi sudah biasa sejak zaman Musa menjauhkan ragi dari rumah mereka pada masa raya Pas- kah, dan mereka diajar sedemikian untuk menganggapnya sebagai lambang dosa. Meskipun demikian murid-murid tidak mengerti akan Yesus. Karena mereka berangkat dari Magadan terburu-buru, mereka lupa membawa roti, dan mereka mempunyai hanya satu ketul. Pada hemat mereka Kristus mengalihkan perhatian mereka kepada keadaan ini, mengamankan mereka agar tidak membeli roti orang Farisi atau orang Saduki. Kurangnya iman serta pandangan rohani mereka sering telah memimpin mereka kepada salah pengertian seperti itu akan firman-Nya. Sekarang Yesus menegur mereka karena berpendapat bahwa Ia yang memberi makan kepada beribu-ribu orang dengan beberapa ekor ikan dan roti jelai dalam amaran yang tekun itu dapat mengalihkan perhatian hanya pada makanan jasmani. Ada bahayanya bahwa pendapat yang licik dari orang Farisi dan orang Saduki akan mempengaruhi murid-muridNya dengan sifat kurang percaya, yang menyebabkan mereka meremehkan perbuatan Kristus.KSZ2 13.2

    Murid-murid cenderung memikirkan bahwa Tuhan mereka seharusnya sudah memperkenankan tuntutan untuk suatu tanda di langit. Mereka percaya bahwa Ia sanggup benar melakukan hal ini, dan bahwa suatu tanda seperti itu akan mendiamkan musuh-musuh-Nya. Mereka tidak melihat kepura-puraan para pengritik ituKSZ2 14.1

    Berbulan-bulan kemudian, “beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan,” Yesus mengulangi ajaran yang sama itu “Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.” Luk. 12:1.KSZ2 14.2

    Ragi yang ditaruh di dalam tepung dengan tidak kelihatan, mengubahkan segenap adonan menurut sifatnya sendiri. Demikian juga, jika kepura-puraan diizinkan berada di dalam hati, ditembusinyalah tabiat dan kehidupan itu. Suatu contoh yang menarik tentang kepura-puraan orang Farisi, sudah ditegur oleh Kristus dalam mencela kebiasaan “Korban” yang olehnya kelalaian dalam kewajiban sebagai anak disembunyikan di bawah kepura-puraan berupa kedermawanan kepada Bait Suci Ahli Taurat dan orang Farisi sedang memasukkan prinsip-prinsip yang menyesatkan. Mereka menyembunyikan kecenderungan doktrin mereka yang sebenarnya, dan menggunakan setiap kesempatan untuk memasuk- kannya sedikit demi sedikit dengan lihainya ke dalam pikiran para pendengarnya. Sekali diterima, prinsip-prinsip yang salah ini bekerja bagaikan ragi dalam tepung, menembusi dan mengubahkan tabiat. Ajaran yang menyesatkan inilah yang sangat mempersulit orang banyak untuk menerima firman Kristus.KSZ2 14.3

    Pengaruh-pengaruh yang sama sedang bekerja dewasa ini dengan per-antaraan mereka yang berusaha menjelaskan hukum Allah sedemikian rupa untuk menyesuaikannya dengan kebiasaan mereka. Golongan ini tidak menyerang hukum dengan terang-terangan, melainkan mengemukakan teori-teori yang bersifat mengadu untuk yang melemahkan prinsip-prinsipnya. Mereka menjelaskannya agar dapat merusakkan kekuatannya.KSZ2 15.1

    Kepura-puraan orang Farisi ialah hasil memikirkan diri sendiri. Me-muliakan diri sendiri merupakan tujuan kehidupan mereka. Inilah yang memimpin mereka kepada sifat memutarbalikkan dan menyalahgunakan Kitab Suci, serta membutakan mereka terhadap maksud tugas Kristus. Murid-murid Kristus sekalipun ada dalam bahaya memelihara kejahatan yang licik ini dalam hati. Mereka yang menggolongkan diri dengan para pengikut Kristus, tetapi yang tidak meninggalkan semuanya agar menjadi murid-murid-Nya, sebagian besarnya dipengaruhi oleh pendapat orang Farisi. Mereka sering ragu-ragu antara iman dan kurang iman, dan mereka tidak melihat harta hikmat yang tersembunyi dalam Kristus. Murid-murid sekalipun, meskipun secara lahir mereka telah meninggalkan semuanya karena nama Kristus, namun dalam hati belum berhenti mencari perkara-perkara besar bagi diri sendiri. Roh inilah yang mendorong pertikaian tentang siapa yang seharusnya terbesar. Inilah yang timbul antara mereka dengan Kristus, menjadikan mereka kurang menaruh simpati terhadap tugasnya yang bersifat mengorbankan diri, terlalu lambat mengerti rahasia penebusan. Sebagaimana ragi, jika ditinggalkan untuk menyelesaikan pekerjaannya, akan menyebabkan kebejatan dan kebusukan. demikian juga Roh memikirkan diri sendiri, bila dipelihara dalam hati, menyebabkan kenajisan dan kebinasaan jiwa.KSZ2 15.2

    Dalam kalangan para pengikut Tuhan kita dewasa ini, sebagaimana pada masa yang lampau, alangkah meluasnya dosa yang licik dan menyesatkan itu! Betapa sering pelayanan kita kepada Kristus, persekutuan kita satu dengan yang lain dirusakkan oleh keinginan yang tersembunyi untuk meninggikan diri! Alangkah cepat kita memikirkan pemuasan diri sendiri dan kerinduan untuk mendapat persetujuan manusia! Cinta akan diri sendiri, keinginan akan jalan yang lebih mudah daripada jalan yang telah ditentukan Allah, memimpin kepada penggantian ajaran-ajaran Ilahi dengan teori-teori dan tradisi-tradisi manusia. Kepada murid-murid-Nya sendiri perkataan amaran Kristus diucapkan, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi.”KSZ2 15.3

    Agama Kristus mempunyai sifat kesungguh-sungguhan. Semangat untuk kemuliaan Allah adalah motif yang ditanamkan oleh Roh Kudus, dan hanyalah pekerjaan Roh yang berhasil dapat menanamkan motif ini. Hanya kuasa Allah dapat membuangkan sifat memikirkan diri sendiri dan kepura-puraan. Perubahan ini merupakan tanda pekerjaan-Nya. Bila iman yang kita terima membinasakan sifat mementingkan diri dan kepura-puraan, bila iman itu menuntun kita untuk mencari kemuliaan Allah dan bukannya kemuliaan diri sendiri, maka kita dapat mengetahui bahwa hal itu adalah menurut keadaan yang sebenarnya. “Bapa, muliakanlah nama-Mu!” (Yoh. 12:28), merupakan nada utama kehidupan Kristus, dan jika kita mengikut Dia, ini akan menjadi nada utama kehidupan kita juga. Ia memerintahkan kita untuk “wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup,” dan “inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.” 1 Yoh. 2:6, 3.KSZ2 16.1

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents