Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    65—BAIT SUCI DIBERSIHKAN LAGI

    PADA permulaan masa kerja-Nya, Kristus telah mengusir dari Bait Suci orang-orang yang telah menajiskannya dengan jual beli yang tidak suci, dan sikap-Nya yang tegas serta bersifat Ilahi itu telah menakutkan hati para pedagang yang berencana jahat itu. Pada akhir masa tugas-Nya Ia datang sekali lagi Ke Bait Suci, dan mendapati bahwa tempat itu masih dinajiskan seperti sebelumnya. Keadaan segala perkara malah lebih buruk dari sebelumnya. Halaman Bait Suci bagian luar bagaikan tempat ternak yang luas. Dengan suara-suara riuh dari binatangbinatang dan bunyi dencing mata uang berpadu dengan bunyi amarah pertengkaran di antara para pedagang, dan di antara mereka kedengaranlah suara orang-orang yang memegang jabatan yang suci. Para pembesar Bait Suci pun terlibat dalam jual beli dan tukar menukar uang. Mereka sangat dikuasai keserakahan untuk memperoleh keuntungan sehingga pada pemandangan Allah mereka tidak lebih baik daripada pencuri.KSZ2 211.1

    Imam imam dan penghulu-penghulu kurang menyadari khidmatnya pekerjaan yang harus mereka lakukan. Pada setiap Paskah dan Hari Raya Pondok Daun-daunan, beribu-ribu binatang disembelih, dan darahnya ditampung oleh imam-imam dituangkan ke atas mezbah. Orang Yahudi sudah biasa dengan mempersembahkan darah, dan sudah hampir melu-pakan kenyataan bahwa dosalah yang menyebabkan perlu diadakannya penumpahan darah binatang. Mereka tidak melihat bahwa hal itu meng-gambarkan darah Anak Allah yang kekasih, yang harus ditumpahkan demi kehidupan dunia ini, agar dengan mempersembahkan korban perhatian manusia dialihkan kepada Penebus yang sudah disalibkan.KSZ2 211.2

    Yesus memandang pada mangsa korban yang tidak bersalah itu, dan melihat bagaimana orang Yahudi telah menjadikan perhimpunan besar ini sebagai peristiwa penumpahan darah dan kebengisan. Gantinya penyesalan dari dosa yang penuh kerendahan hati, mereka telah melipatgandakan korban binatang, seakan-akan Allah dapat dihormati dengan pelayanan yang tidak menaruh belas kasihan. Imam-imam dan penghulupenghulu telah mengeraskan hati oleh sifat mementingkan diri dan kekikiran. Lambang yang justru menunjuk kepada Anak Domba Allah telah mereka jadikan sebagai alat untuk mengeruk keuntungan. Demikianlah pada pemandangan orang banyak kesucian upacara korban sudah sebagian besarnya dirusakkan. Kemarahan orang Yahudi dibangkitkan. Ia mengetahui bahwa darah-Nya, yang tidak lama lagi akan dicurahkan untuk dosa dunia ini, akan kurang dihargai oleh imam-imam dan tua-tua sebagaimana nalnya dengan darah binatang yang mereka biarkan mengalir terus-menerus.KSZ2 212.1

    Terhadap kebiasaan inilah Kristus telah berbicara dengan perantaraan nabi-nabi. Samuel telah berkata, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” Dan Yesaya yang melihat kemurtadan Yahudi dalam khayal nubuatan, menyapa mereka sebagai penghulu-penghulu Sodom dan Gomora, “Dengarlah Firman Tuhan, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom1 Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! ‘Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?’ Firman Tuhan; ‘Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak -injak pelataran Bait Suci-Ku?” “Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usa-hakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!.” 1 Sam. 15:22; Yes. 1:10-12,16,17.KSZ2 212.2

    Ia yang sudah memberikan nubuatan ini sekarang untuk saat terakhir mengulangi amaran itu. Dalam kegenapan nubuatan, orang banyak telah memasyhurkan Yesus sebagai raja Israel. Ia telah menerima penghormatan mereka, dan menerima jabatan raja. Dalam tabiat seperti inilah ia harus bertindak. Ia mengetahui bahwa usaha-Nya untuk membaharui keimamatan yang bejat akan sia-sia belaka, meskipun demikian pekerjaan-Nya harus dilakukan, kepada orang banyak bukti tugas Ilahi-Nya harus diberikan.KSZ2 213.1

    Sekali lagi pandangan Yesus yang tajam itu mengamat-amati halaman Bait Suci yang sudah dinajiskan. Semua mata tertuju kepada-Nya. Imam dan penghulu, orang Farisi dan orang kafir, memandang keheran-heranan kepada-Nya yang berdiri di hadapan mereka dengan kebesaran Raja surga. Keilahian memancar melalui kemanusiaan, menyelubungi Kristus dengan keagungan dan kemuliaan yang belum pernah dinyatakan-Nya sebelumnya. Mereka yang berdiri paling dekat kepada-Nya mengundurkan diri sejauh mereka dapat mendesak mundur orang banyak di sekelilingnya. Kecuali beberapa murid-Nya, Juruselamat berdiri sendiri-an. Setiap bunyi didiamkan. Keteduhan itu tampaknya tidak dapat ditahan. Kristus berbicara dengan suatu kuasa yang mempengaruhi orang banyak bagaikan angin topan yang keras, “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Suara-Nya berbunyi laksana nafiri di seluruh Bait Suci. Perasaan tidak senang yang terbayang pada wajah-Nya kelihatan seperti api yang menghanguskan Dengan kekuasaan Ia memerintahkan, “Ambil semuanya ini dari sini.” Yoh. 2:16.KSZ2 213.2

    Tiga tahun sebelumnya, penghulu-penghulu Bait Suci sudah dipermalukan ketika mereka melarikan diri mendengar perintah Yesus. Sejak waktu itu mereka memikir-mikirkan tentang ketakutan mereka sendiri, serta penurutan mereka tanpa keragu-raguan itu pada Orang yang sederhana itu. Mereka telah merasa bahwa sifat menyerah yang tidak patut itu tidak mungkin berulang lagi. Meskipun demikian kini mereka malahan lebih takut daripada sebelumnya, dan dengan lebih cepat mereka mentaati perintah-Nya. Tidak seorang pun berani meragukan kekuasaan-Nya. Imam-imam dan pedagang-pedagang melarikan diri dari hadirat-Nya, sambil menghalau ternak di hadapan mereka.KSZ2 213.3

    Dalam perjalanan dari Bait Suci itu mereka berjumpa dengan orang banyak yang datang dengan membawa orang sakit sambil menanyakan Penyembuh Agung itu. Laporan yang diberikan oleh orang-orang yang melarikan diri mi menyebabkan beberapa dari mereka berbalik pulang ke rumah. Mereka takut berjumpa dengan Seorang yang sangat berkuasa, yang oleh pandangan-Nya saja telah menghalau imam-imam dan penghulu-penghulu dari hadirat-Nya. Tetapi banyak orang mendesak-desak melalui orang banyak yang bergegas-gegas itu, ingin mendekati. Dialah yang menjadi pengharapan mereka satu-satunya. Ketika orang banyak melarikan diri dari Bait Suci, banyak juga yang tinggal. Orang-orang inilah yang sekarang bergabung dengan orang-orang yang baru datang. Sekali lagi halaman Bait Suci dipenuhi dengan orang sakit dan orang yang hampir mati dan sekali lagi Yesus melayani mereka.KSZ2 214.1

    Beberapa saat kemudian, imam-imam dan penghulu-penghulu berani kembali ke Bait Suci. Ketika kepanikan sudah mereda, mereka dipenuhi kecemasan hendak mengetahui apa gerakan Yesus berikutnya. Mereka mengharapkan Dia menduduki takhta Daud. Setelah kembali diam-diam ke Bait Suci, mereka mendengar suara pria, wanita, dan anak-anak yang sedang memuji Allah. Ketika masuk, mereka berdiri tertegun di depan peristiwa yang mengherankan. Mereka melihat orang sakit disembuhkan, orang buta celik matanya, orang tuli dapat mendengar, dan orang timpang melompat-lompat kegirangan. Anak-anak paling riuh dalam bersukaria. Yesus telah menyembuhkan penyakit mereka, Ia telah merangkul mereka pada lengan-Nya, menerima kecupan kasih sayang yang penuh syukur, dan beberapa dari mereka telah tertidur pada dada-Nya sementara Ia mengajar orang banyak. Sekarang dengan suara gembira anak-anak menyaringkan puji-pujian bagi-Nya. Mereka mengulangi sorak hosana pada hari kemarinnya, serta melambai-lambaikan pelepah kurma tanda kemenangan di hadapan Juruselamat. Bait Suci bergema dan bergema kembali dengan sorak-sorai mereka, “Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.” “Lihat, Rajamu datang kepadamu; Ia adil dan jaya.” Mzm. 118:26; Zakh. 9:9. “Hosana bagi anak Daud!”KSZ2 214.2

    Bunyi suara yang gembira dan tidak dapat dikekang ini merupakan suatu penghinaan terhadap penghulu-penghulu Bait Suci. Mereka mulai berusaha hendak menghentikan pertunjukan seperti itu. Mereka mengemukakan kepada orang banyak bahwa rumah Allah sudah dinajiskan oleh kaki anak-anak serta sorak-sorai kegembiraan. Setelah melihat bahwa perkataan mereka tidak berkesan pada orang banyak itu, penghulupenghulu berseru kepada Kristus, “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini? Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?” Nubuatan telah meramalkan bahwa Kristus harus dimasyhurkan sebagai raja dan bahwa sabda itu harus digenapi. Imam-imam dan penghulu-penghulu Israel enggan memberitakan kemuliaan-Nya, dan Allah menggerakkan hati anak-anak untuk menjadi saksi-Nya. Sekiranya suara anak-anak didiamkan, tiang-tiang Bait Suci akan menyaringkan puji-pujian bagi Juruselamat.KSZ2 215.1

    Orang Farisi sangat bingung dan kacau pikirannya. Seorang yang tidak dapat mereka takut-takuti kini memberi perintah. Yesus telah mengambil tempat-Nya sebagai penjaga Bait Suci. Belum pernah sebelumnya Ia mengambil kekuasaan raja seperti itu. Belum pernah sebelumnya perkataan dan perbuatan-Nya dipenuhi kuasa yang begitu besar. Ia telah melakukan perbuatan yang ajaib di seluruh Yerusalem, tetapi belum pernah sebelumnya dalam cara yang penuh khidmat dan mengesankan seperti itu, di hadapan orang banyak yang telah menyaksikan perbuatan-Nya yang ajaib, imam-imam dan penghulu-penghulu tidak berani menunjukkan permusuhan terang-terangan kepada-Nya. Meskipun sudah marah dan kebingungan mendengar jawab-Nya, mereka tidak sanggup melakukan apa-apa selanjutnya pada hari itu.KSZ2 215.2

    Keesokan harinya Sanhedrin sekali lagi mempertimbangkan jalan apa yang harus ditempuh terhadap Yesus. Tiga tahun sebelumnya, mereka telah menuntut tanda yang menunjukkan bahwa Ialah Mesias. Sejak waktu itu Ia telah mengadakan banyak perbuatan yang ajaib di seluruh negeri itu. Ia telah menyembuhkan orang sakit, mengenyangkan beriburibu orang dengan suatu mukjizat, berjalan di atas ombak, dan meneduhkan laut yang bergelora. Sudah berkali-kali Ia membaca hati manusia seperti sebuah buku terbuka, Ia telah mengusir Setan, dan membangkitkan orang mail. Penghulu-penghulu mempunyai bukti di hadapan mereka sendiri bahwa Ialah Mesias. Sekarang mereka memutuskan tidak akan menuntut tanda kekuasaan-Nya lagi, melainkan memancing suatu pengakuan atau pernyataan yang dengannya Ia dapat disalahkan.KSZ2 215.3

    Setelah pergi ke Bait Suci di tempat Ia sedang mengajar, mereka pun mulailah menanyai Dia, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Mereka mengharapkan Dia menuntut bahwa kekuasaan-Nya berasal dari Allah. Mereka berniat hendak menolak pernyataan seperti itu. Tetapi Yesus menghadapi mereka dengan mengajukan suatu pertanyaan yang tam-paknya bertalian dengan pokok pembicaraan yang lain, dan la memberikan jawab-Nya kepada mereka berdasarkan jawab mereka terhadap pertanyaan ini. “Baptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia?”KSZ2 216.1

    Para imam melihat bahwa mereka berada dalam kedudukan yang sukar sulit yang daripadanya tidak ada bantahan yang menyesatkan dapat melepaskan mereka. Jika mereka mengatakan bahwa baptisan Yohanes berasal dari surga, sifat mereka yang tidak tetap akan nyata. Kristus dapat mengatakan, kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya padanya? Yo-hanes sudah menyaksikan tentang Kristus, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Yoh. 1:29. Kalau para imam percaya akan kesaksian Yohanes bagaimanakah dapat mereka menyangkal bahwa Kristus itulah Mesias? Kalau mereka menyatakan kepercayaan mereka yang sebenarnya bahwa pekerjaan Yohanes berasal dari manusia, mereka akan mendatangkan ke atas diri sendiri suatu topan kemarahan; karena orang banyak percaya bahwa Yohanes seorang nabi.KSZ2 216.2

    Dengan perhatian besar orang banyak menunggu keputusan. Mereka mengetahui bahwa para imam telah mengaku menerima pekerjaan Yo-hanes, dan mereka mengharapkan imam-imam itu akan mengakui dengan tidak ragu-ragu bahwa ia diutus oleh Allah. Tetapi setelah berunding secara rahasia, imam-imam memutuskan tidak mau menyerah. Dengan pura-pura mengaku tidak tahu, mereka berkata, “Kami tidak tahu.” “Jika demikian,” kata Kristus, “maka Aku pun tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”KSZ2 216.3

    Ahli-ahli Taurat, imam-imam, dan penghulu-penghulu semuanya terdiam Dalam keadaan bingung dan terkecewa, mereka berdiri dengan muka masam, tidak berani menanyakan pertanyaan selanjutnya kepada Kristus. Oleh sifat pengecut dan ragu-ragu sebagian besar dari mereka telah kehilangan kehormatan dari orang banyak, yang sekarang berdiri di dekatnya, sedang melihat orang-orang yang sombong dan bersifat membenarkan diri ini dikalahkan.KSZ2 217.1

    Semua ucapan dan perbuatan Kristus ini adalah penting, dan penga-ruhnya akan makin terasa sesudah penyaliban dan kenaikan-Nya. Keba-nyakan dari mereka yang dengan penuh keinginan telah menunggu hasil pertanyaan kepada Yesus akhirnya menjadi murid-murid-Nya, mulamula ditarik kepada-Nya oleh perkataan-Nya pada hari yang bersejarah itu. Peristiwa di halaman Bait Suci tidak pernah hilang dari ingatan mereka. Perbedaan yang mencolok antara Yesus dan imam besar ketika mereka berjalan bersama-sama sangatlah jelas. Pembesar-pembesar Bait Suci yang congkak mengenakan jubah yang mewah dan mahal. Di atas kepalanya terdapat sebuah perhiasan dahi yang berkilau-kilauan. Pembawaannya mulia, rambutnya dan janggutnya yang panjang sudah beruban karena usia yang lanjut. Rupa tubuhnya menimbulkan rasa kagum di pihak orang yang melihatnya, di hadapan pembesar yang mulia ini berdirilah Yang Mulia di surga, tanpa perhiasan atau pertunjukan. JubahNya sudah bernoda karena perjalanan jauh. wajah-Nya pucat dan menyatakan suatu kesusahan yang penuh kesabaran; meskipun demikian di atas-Nya tertera kebesaran dan kebajikan yang sangat berbeda dengan pembawaan imam besar yang congkak, percaya pada diri sendiri, dan marah-marah. Kebanyakan dari mereka yang menyaksikan perkataan dan perbuatan Yesus di Bait Suci sejak saat itu menaruh Dia dalam hati mereka sebagai nabi Allah. Tetapi ketika khalayak ramai mulai menyenangi-Nya, kebencian imam-imam terhadap Yesus pun bertambahlah. Kebijaksanaan yang digunakan-Nya untuk meluputkan diri dari jerat yang dipasang bagi kaki-Nya. yang menjadi suatu bukti yang baru tentang Keilahian-Nya, kini menambah kemarahan mereka.KSZ2 217.2

    Dalam pertunjukan-Nya dengan rabi-rabi. Kristus tidak bermaksud merendahkan musuh-musuh-Nya. Ia tidak senang melihat mereka dalam keadaan yang sulit. Ia mempunyai suatu pelajaran penting yang hendak diajarkan-Nya. Ia telah melukai perasaan musuh-musuh-Nya oleh mem-biarkan mereka terjerat dalam jaring yang telah mereka pasang bagi-Nya. Pengakuan mereka bahwa mereka tidak mengetahui mengenai sifat baptisan Yohanes memberi Dia suatu kesempatan untuk berbicara, dan Ia menggunakan kesempatan itu dengan mengemukakan kepada mereka keadaan mereka yang sebenarnya, sambil menambahkan beberapa amaran kepada banyak hal yang sudah diberikan.KSZ2 217.3

    “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua orang anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak bapanya?”KSZ2 218.1

    Pertanyaan yang tiba-tiba ini mengagetkan para pendengar-Nya. Mereka telah mengikuti perumpamaan itu dengan saksama, dan sekarang dengan serta merta menjawab “Yang kedua itu.” Sambil menatap mereka, Yesus menjawab dalam nada yang keras dan sungguh-sungguh, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam kerajaan Allah. Karena Yohanes sudah datang kepadamu untuk menunjukkan jalan kebenaran, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya.”KSZ2 218.2

    Para imam dan penghulu tidak dapat berbuat apa-apa selain dari memberi jawab yang benar atas pertanyaan Kristus, dan dengan demikian Ia mendengar pendapat mereka yang mengatakan anak yang kedua. Anak ini melambangkan pemungut cukai, mereka yang dihinakan dan dibenci oleh orang Farisi. Para pemungut cukai sudah sangat bejat akhlaknya. Sesungguhnya mereka adalah pelanggar hukum Allah, menunjukkan dalam kehidupa mereka suatu penolakan yang mutlak terhadap tuntutan-Nya. Mereka tidak berterima kasih dan tidak suci; ketika diminta pergi bekerja di kebun anggur Tuhan, mereka memberikan penolakan yang menghina Tetapi ketika Yohanes datang, mengkhotbahkan pertobatan dan baptisan, orang-orang Farisi menerima pekabarannya dan dibaptiskan.KSZ2 218.3

    Anak yang pertama melambangkan para pemuka bangsa Yahudi. Be-berapa dari orang Farisi telah bertobat dan menerima baptisan Yohanes, tetapi pemimpin-pemimpin itu tidak mau mengakui bahwa ia datang dari Allah. Amaran dan tegurannya tidak menuntun mereka kepada pembaruan. Mereka “menolak maksud Allah terhadap airi mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.” Luk. 7:30. Mereka meremehkan pekabarannya. Sebagaimana halnya dengan anak, yang pertama, yang ketika dipanggil, berkata, “Baik, bapa,” tetapi tidak pergi, imamimam dan penghulu-penghulu mengaku mau menurut, tetapi dalam perbuatan yang sebenarnya mereka tidak menurut. Mereka berpura-pura sangat tekun beragama, mereka mengaku menurut hukum Allah, tetapi mereka hanya menunjukkan suatu penurutan yang palsu. Para pemungut cukai dituduh dan dihujat oleh orang Farisi sebagai orang yang tidaK beriman, tetapi mereka menunjukkan oleh iman dan perbuatan mereka bahwa mereka akan masuk ke dalam kerajaan surga mendahului orangorang yang merasa diri benar yang telah dikaruniai terang yang besar tetapi yang perbuatannya tidak sesuai dengan pengakuan kesalehan mereka.KSZ2 219.1

    Para imam dan penghulu tidak mau menerima kebenaran yang sanga* dalam artinya; meskipun demikian mereka tinggal diam, dengan meng-harapkan bahwa Yesus akan mengatakan sesuatu yang dapat mereka gu-nakan untuk menentang Dia; tetapi masih ada lagi yang harus mereka terima.KSZ2 219.2

    “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain,” kata Kristus. “Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekeli-lingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan me-nara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula de- ngan batu. Kemudian tuan itu menyuruh hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarappenggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari. kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”KSZ2 219.3

    Yesus menyapa semua orang yang hadir. tetapi para imam dan penghulu menjawab, “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” Pada mulanya orang-orang yang berbicara itu tidak mengerti penggunaan perumpamaan itu, tetapi sekarang mereka melihat bahwa mereka telah mengucapkan hukuman bagi diri mereka sendiri. Dalam perumpamaan itu tuan tanah melambangkan Allah, kebun anggur ialah bangsa Yahudi, dan pagar ialah hukum Ilahi yang menjadi perlindungan mereka. Menara melambangkan Bait Suci. Si pemilik kebun anggur itu telah melakukan segala sesuatu yang perlu untuk kesejahteraannya. Ia mengatai» an “Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya?” Yes. 5:4. Demikianlah digambarkan tentang penjagaan Allah yang tidak mengenal lelah bagi Israel. Dan sebagaimana tukang kebun harus menyerahkan kepada tuannya bagian yang patut diterimanya dari hasil kebun anggur itu, demikian juga umat Allah harus menghormati Dia dengan suatu kehidupan yang sesuai dengan hak-Nya yang suci. Tetapi sebagaimana penggarap-penggarap itu membunuh hamba-hamba yang diutus oleh tuannya kepada mereka untuk menerima hasilnya demikian juga orang Yahudi telah membunuh nabi-nabi yang telah diutus Allah untuk memanggil mereka kepada pertobatan. Pesuruh demi pesuruh telah dibunuh. Sejauh itu penggunaan perumpamaan itu tidak dapat diragukan, dan dalam apa yang mengikutinya bukannya kurang nyata. Dalam anak yang kekasih yang pada akhirnya diutus oleh tuan yang empunya kebun anggur kepada hamba-hambanya yang tidak mau menurut itu, dan yang mereka tangkap dan bunuh, para imam dan penghulu melihat suatu gambaran yang jelas tentang Yesus dan nasib yang tidak lama lagi akan menimpa Dia. Mereka sudah merencanakan hendak membunuh Dia yang diutus oleh Bapa kepada mereka sebagai panggilan terakhir. Dalam pembalasan yang dikenakan kepada penggarap-penggarap yang tidak berterima kasih ini digambarkan nasib orangorang yang akan membunuh Kristus.KSZ2 220.1

    Sambil memandang dengan belas kasihan kepada mereka. Juruselamat meneruskan, “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu. Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.KSZ2 221.1

    Nubuatan ini sudah sering diulangi oleh orang Yahudi di rumah sem-bahyang, dengan mengenakannya kepada kedatangan Mesias. Kristuslah batu penjuru ekonomi Yahudi, dan untuk segenap rencana keselamatan. Batu penjuru yang menjadi dasar inilah yang sedang dirolak oleh tukangtukang Yahudi, para imam dan penghulu Israel. Juruselamat menarik perhatian mereka kepada nubuatan-nubuatan yang akan menunjukkan kepada mereka bahaya yang akan menimpa mereka. Dengan setiap ikhtiar dalam kuasa-Nya Ia berusaha menjelaskan kepada mereka mengenai sifat perbuatan yang hendak mereka lakukan.KSZ2 221.2

    Dan perkataan-Nya mempunyai maksud yang lain lagi. Dalam mena-nyakan pertanyaan, “Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Kristus ber-maksud agar orang Farisi menjawab sebagaimana yang mereka lakukan. Ia bermaksud agar mereka mempersalahkan diri mereka sendiri. Amaran-Nya yang sudah gagal untuk menjaga mereka kepada pertobatan, akan memeteraikan nasib mereka, dan Ia menghendaki agar mereka melihat bahwa mereka telah membawa kebinasaan pada diri sendiri. Ia bermaksud hendak menunjukkan kepada mereka keadilan Allah dalam menarik hak mereka sebagai suatu bangsa, yang sudah mulai, dan yang akan berakhir, bukan saja dalam kebinasaan Bait Suci dan kota mereka, te- tapi juga dalam terdesaknya bangsa itu.KSZ2 221.3

    Para pendengar mengakui amaran itu. Tetapi walaupun mereka sendiri telah mengucapkan hukuman ke atas diri sendiri, namun para imam dan penghulu bersedia menyempurnakan gambaran itu dengan berkata, “Ia adalah ahli waris mari kita bunuh Dia,” “Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak” karena sikap pikiran khalayak ramai menyenangi Kristus.KSZ2 222.1

    Dalam mengutip nubuatan tentang batu yang ditolak, Kristus menunjuk kepada suatu kejadian yang sebenarnya dalam setarah Israel. Peristiwa itu dihubungkan dengan pembangunan Bait Suci yang mula-mula. Meskipun peristiwa itu mempunyai penggunaan khusus pada masa kedatangan Kristus yang pertama kalinya, dan seharusnya mendapat perhatian utama di pihak orang Yahudi, namun hal itu juga mempunyai suatu pelajaran bagi kita. Ketika Bait Suci Solaiman didirikan, batu-batu besar untuk temboknya serta dasarnya seluruhnya disediakan di tempat penggalian batu; setelah batu-batu itu dibawa ke tempat pembangunan, tidak ada perkakas yang dapat digunakan mengolahnya, para pekerja hanya menaruhnya di tempatnya. Untuk dasarnya, satu batu yang luar biasa ukurannya dan aneh bentuknya telah dibawa, tetapi para pekerja tidak dapat menemukan tempat untuk batu itu, dan tidak mau menerimanya. Batu itu merupakan suatu gangguan bagi mereka sebab terletak dalam keadaan tidak dapat digunakan di tempat mereka bekerja. Lama sekali batu itu dibiarkan sebagai batu yang ditolak. Tetapi ketika tukang-tukang hendak meletakkan batu penjuru, lama benar mereka mencari sebuah batu yang cukup besar dan kuat, dan tepat benar ukurannya, untuk mengambil tempat tertentu itu, dan menanggung berat yang luar biasa yang akan dibebankan di atasnya. Sekiranya mereka mengadakan suatu pilihan yang kurang bijaksana untuk tempat penting ini, keamanan segenap bangunan akan terancam bahaya. Mereka harus mencari sebuah batu yang sanggup menahan pengaruh matahari, salju, dan topan. Beberapa batu sudah dipilih pada berbagai-bagai saat, tetapi di bawah tekanan berat yang luar biasa batu-batu itu remuk berkeping-keping. Batu-batu yang lain tidak dapat menahan ujian perubahan iklim yang tiba-tiba. Tetapi pada akhirnya perhatian tertarik pada batu yang sudah begitu lama ditolak. Batu itu sudah kena udara, matahari dan topan, tanpa menya takan ada Keretakan sedikit pun. Para tukang menyelidiki batu itu. Batu itu telah menahan setiap ujian, kecuali satu. Jika batu itu dapat menahan ujian tekanan yang luar biasa, mereka memutuskan menerimanya untuk batu penjuru. Ujian diadakan. Batu itu diterima, dibawa ke tempat tertentu, dan ternyata paling cocok. Dalam khayal nubuatan, kepada Yesaya ditunjukkan bahwa batu itu melambangkan Kristus, la berkata:KSZ2 222.2

    “Tetapi Tuhan semesta alam; Dialah yang harus kamu akui sebagai yang kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar, la akan menjadi tempat kudus, tetapi juga menjadi batu sentuhan dan batu sandungan bagi kedua kaum Israel itu, serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduauk Yerusalem. Dan banyak di antara mereka akan tersandung, jatuh dan luka parah, tertangkap dan tertawan.” Dalam khayal nubuatan tentang kedatangan-Nya yang pertama kalinya, kepada nabi itu ditunjukkan bahwa Kristus harus menanggung ujian yang dilambangkan dengan perlakuan terhadap batu penjuru utama dalam Bait Suci Solaiman itu. “Sebab itu beginilah Firman Tuhan Allah: ‘Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!” Yes. 8:13-15: 28:16.KSZ2 223.1

    Dalam kebijaksanaan yang tidak terbatas, Allah memilih batu dasar itu. dan meletakkannya sendiri. Ia menyebutnya “dasar yang teguh.” Segenap dunia boleh meletakkan beban dan kesusahannya di atasnya, batu itu dapat menanggung semuanya. Mereka dapat membangun di atasnya dengan ketenteraman yang sempurna. Kristus adalah sebuah hatu yang telah diuji Mereka yang percaya pada-Nya, tidak pernah dikecewakanNya. la telah menanggung setiap ujian, la telah menderita tekanan kesalahan Adam, dan kesalahan keturunannya, dan telah berhasil sebagai pemenang atas kuasa kejahatan, la telah menanggung beban yang diletakkan di atas-Nya oleh setiap orang berdosa yang mau bertobat. Dalam Kristus hati yang merasa bersalah mendapat kelegaan. Ialah dasar yang teguh. Semua orang yang menjadikan Dia tempat bergantung dapat beristirahat dalam keamanan yang sempurna.KSZ2 223.2

    Dalam nubuatan Yesaya. Kristus dinyatakan sebagai dasar yang teguh dan sebagai batu sentuhan. Rasul Petrus, yang menulis oleh ilham Roh Kudus, menunjukkan dengan jelas bagi siapa Kristus menjadi batu pen- juru, dan bagi siapa la menjadi batu sandungan:KSZ2 223.3

    “Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: ‘Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.’ Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: ‘Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.’ Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.” 1 Ptr. 2:3-8.KSZ2 224.1

    Bagi mereka yang percaya, Kristus menjadi dasar yang pasti. Inilah orang-orang yang jatuh di atas Batu dan hancur. Penyerahan kepada Kristus dan iman kepada-Nya dikemukakan di sini. Jatuh di atas Batu dan hancur artinya meninggalkan sifat membenarkan diri kita sendiri dan pergi kepada Kristus dengan kerendahan hati seorang anak, bertobat dari pelanggaran kita, dan percaya akan kasih-Nya yang mengampuni. Dan demikian juga oleh iman dan penurutan kita mendirikan di atas Kristus sebagai dasar kita.KSZ2 224.2

    Di atas batu yang hidup ini, baik Yahudi maupun Kafir dapat memba-ngun. Inilah satu-satunya dasar yang di atasnya kita dapat membangun dengan aman. Batu itu cukup lebar untuk semua orang, dan cukup kuat untuk menahan berat dan beban segenap dunia. Dan oleh hubungan dengan Kristus, semua orang yang membangun di atas dasar ini menjadi batu-batu yang hidup. Banyak orang dipahat digosok dan diperindah dengan usaha mereka sendiri; tetapi mereka tidak dapat menjadi “batubatu yang hidup,” karena mereka tidak dihubungkan dengan Kristus. Tanpa hubungan ini tidak seorang pun dapat diselamatkan. Tanpa hidup Kristus di dalam kita, kita tidak dapat menahan topan penggodaan. Keamanan kita yang abadi bergantung pada cara membangun dasar yang teguh. Banyak orang dewasa ini membangun di atas dasar yang belum diuji. Bila hujan turun, dan topan mengamuk, dan air bah naik, rumah mereka akan rubuh, sebab tidak didirikan di atas Batu yang kekal, batu penjuru utama, Yesus Kristus.KSZ2 224.3

    Bagi mereka yang “tersandung oleh sebab tak menurut firman Allah,” Kristus menjadi batu sandungan atau bukit kegelincuhan. Tetapi “batu yang dibuangkan oleh tukang-tukang rumah ialah sudah menjadi batu penjuru.” Sebagaimana halnya dengan batu yang ditolak, Kristus dalam tugas-Nya di dunia ini telah diremehkan dan dicerca. Ia dihina dan di-hindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan, ia sangat dihina,. .. dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.” Yes. 53:3. Tetapi saatnya sudah dekat bila Ia akan dipermuliakan. Oleh kebangkitan dari antara orang mati Ia akan dinyatakan “Anak Allah dengan kuasa.” Roma 1:4. Pada kedatangan-Nya yang kedua kalinya Ia akan dinyatakan sebagai Tuhan surga dan bumi. Mereka yang kini hampir akan menyalibkan Dia akan mengenal kebesaran-Nya. Di hadapan semesta alam batu yang ditolak akan menjadi batu penjuru utama.KSZ2 225.1

    Dan “orang yang ditimpa oleh batu itu, akan hancur.” Orang yang menolak Kristus segera akan melihat kota dan bangsa mereka dibina-sakan. Kemuliaan mereka akan dibinasakan, dan diserakkan bagaikan debu ditiup angin. Dan apakah yang membinasakan orang Yahudi? Ialah batu yang sekiranya mereka telah membangun di atasnya, pasti akan menjadi keamanan bagi mereka. Itulah kebaikan Allah yang ditolak, ke-benaran yang dihinakan, dan kemurahan yang diremehkan. Manusia menempatkan diri mereka sendiri dalam pertentangan melawan Allah, dan segala perkara yang sebenarnya dapat menjadi keselamatan mereka dibalikkan menjadi kebinasaan mereka. Segala sesuatu yang ditentukan Allah untuk membawa kepada kehidupan, mereka dapati membawa ke-pada maut. Penyaliban orang Yahudi akan Kristus mengakibatkan kebi-nasaan Yerusalem. Darah yang dicurahkan di Golgota merupakan pem-berat yang menenggelamkan mereka kepada kebinasaan bagi dunia ini dan bagi dunia yang akan datang. Demikianlah halnya dengan keadaan pada masa kesudahan yang besar itu bila hukuman akan menimpa ke atas orang-orang yang menolak kemurahan Allah. Pada waktu itu Kristus, yang menjadi batu sandungan bagi mereka, akan kelihatan kepada mere- ka sebagai suatu gunung pembalasan. Kemuliaan wajan-Nya, menjadi hidup bagi orang yang benar, akan menjadi api yang menghanguskan bagi orang jahat. Karena kasih ditolak, anugerah dihinakan, maka orang berdosa akan dibinasakan.KSZ2 225.2

    Dengan banyak perumpamaan dan amaran yang diulang-ulangi, Yesus menunjukkan apa yang akan diakibatkan oleh penolakan orang Yahudi akan Anak Allah. Dalam perkataan ini Ia sedang menyapa semua orang pada setiap zaman yang enggan menerima Dia sebagai Penebusnya. Setiap amaran adalah untuk mereka. Bait Suci yang sudah dinajiskan, anak mereka yang tidak mau menurut, tukang kebun yang palsu, tukang-tukang yang memandang rendah, mempunyai bagian mereka dalam pengalaman setiap orang berdosa. Kecuali ia bertobat, nasib yang diramalkannya akan dialaminya sendiri.KSZ2 226.1

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents