Go to full page →

PASAL 75 -MENDAPAT PENDIDIKAN DENGAN MERUGIKAN KESEHATAN AML 222

Ada pelajar-pelajar yang mencurahkan segala-galanya demi pelajaran-nya, serta memusatkan segenap pikirannya kepada maksudnya untuk mendapat satu pendidikan. Mereka bekerja keras dengan otaknya, tetapi kekuatan badannya dibiarkannya tidak bergerak. Dengan demikian otaknya menjadi letih iesu oleh sebab terlalu bekerja keras, sedang urat-urat tubuhnya menjadi lemah oleh sebab tidak digerakkan. AML 222.1

Apabila pelajar-pelajar ini telah lulus dalam ujian yang paling akhir, lalu nyatalah, bahwa mereka itu telah mencapai tujuan pendidikannya dengan merugikan kehidupannya. Mereka sudah belajar siang dan malam, bertahun-tahun lamanya; kekuatan pikirannya selalu bekerja keras, sedang urat-uratnya tidak mendapat pergerakan yang cukup. . . . AML 222.2

Kaum wanita muda seringkali menyerahkan dirinya ke dalam pe-lajarannya dengan melalaikan cabang pendidikan yang lain-lain yang lebih perlu lagi dalam kehidupannya daripada mempelajari buku-buku. Dan sesudah mencapai tujuan pendidikannya, mereka itu sering menjadi orang sakit seumur hidupnya. Mereka sudah mengalpakan kesehatannya oleh sebab terlalu banyak tinggal di dalam rumah, sehingga mereka tiada mendapat hawa yang sehat dan terang matahari yang Tuhan sudah berikan. Wanita-wanita muda ini bisa tamat dan keluar dari sekolah dengan tubuh yang sehat, jikalau mereka menghubungkan pelajarannya dengan pekerjaan rumah tangga dan pergerakkan badan dalam udara yang terbuka. AML 222.3

Kesehatan adalah satu harta yang besar. Itulah harta yang terbesar, yang bisa didapat oleh manusia yang fana. Kekayaan, kehormatan, atau ilmu dibeli dengan sangat mahal harganya, jikalau disertai dengan kerugian kesehatan. Tiada satu daripada ketiga pendapatan tersebut bisa memberi kesukaan, jikalau kesehatan tidak ada. —Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 285, 286. AML 222.4