Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents

Khotbah Di Atas Bukit

 - Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First

    “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Matins 7:7.

    Untuk tidak memberikan kesempatan kepada sikap tidak percaya, salah mengerti atau salah tafsir akan kata-kata-Nya, Tuhan itu mengulangi janji yang diberikan tiga kali. Dia rindu agar orang-orang yang mencari Allah percaya kepada-Nya yang dapat melakukan segala hal. Itu sebabnya Ia tambahkan, “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.”KAB 146.3

    Tuhan tidak menentukan syarat-syarat kecuali engkau lapar akan kemurahan-Nya, ingin nasihat-Nya, dan rindu akan kasihNya. “Mintalah.” Meminta, menyatakan bahwa engkau menyadari keperluanmu; dan jika engkau meminta dengan iman engkau akan menerimanya. Tuhan telah menjanjikan sabdaNya, dan itu tidak boleh gagal. Jika engkau datang dengan penyesalan yang sungguh, tidak perlu engkau merasa bahwa engkau tekebur bila meminta apa yang telah dijanjikan Tuhan. Apabila engkau meminta berkat yang engkau perlukan, demi menyempurnakan tabiatmu supaya menyerupai Kristus, yakinlah pada jaminan Tuhan bahwa apa yang engkau minta itu sesuai dengan yang dijanjikan-Nya untuk dipenuhi. Merasa dan mengetahui bahwa engkau adalah orang berdosa merupakan dasar yang cukup untuk meminta kemurahan dan belas kasihanNya. Syarat kedatanganmu kepada Allah bukanlah bahwa engkau sudah suci, tetapi bahwa engkau merindukan-Nya untuk membersihkanmu dari segala dosa dan menyucikanmu dari segala kejahatan. Alasan bahwa kita boleh memohon sekarang dan selamanya adalah keperluan kita yang besar, keadaan kita yang sama sekali tak berdaya, itulah yang membuat Dia dan kuasa penebusan-Nya menjadi suatu keharusan.KAB 147.1

    “Carilah.” Jangan hanya merindukan berkat-Nya, tetapi Diri-Nya. “Berlakulah, ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram.” Ayub 22:21. Carilah, dan engkau akan mendapat Allah mencarimu, dan kerinduan yang engkau rasakan untuk datang kepada-Nya adalah tarikan Roh-Nya. Menyerahlah kepada tarikan itu. Kristus membela perkara orang yang dicobai, yang bersalah dan yang tidak beriman itu. Dia berupaya untuk mengangkat mereka agar bersahabat dengan Dia.” Jika engkau mencari. Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu.” 1 Tawarikh 28:9.KAB 147.2

    “Ketoklah.” Kita datang kepada Allah dengan undangan khusus, dan la menunggu untuk menyambut kita di kamar pertemuan-Nya. Murid-murid pertama yang mengikut Yesus tidak puas dengan percakapan yang terburu-buru dengan Dia, mereka berkata, “Rabi, ... di manakah Engkau tinggal? . . . Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.” Yohanes 1:38, 39. Jadi kita bisa diizinkan bersahabat karib dan bergaul dengan Allah. “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi akan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa.” Mazmur 91:1. Biarlah orang-orang yang merindukan berkat Allah mengetuk dan menunggu di pintu kemurahan hati dengan jaminan yang kukuh, seraya mengatakan, Karena Engkau, O Tuhan, telah mengatakan, “Setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.”KAB 148.1

    Yesus memandang orang-orang yang berkumpul untuk mendengar kata-kata-Nya, dan dengan sungguh-sungguh menginginkan agar kumpulan besar orang banyak itu dapat menghargai kemurahan hati dan kebaikan Allah yang penuh kasih itu. Sebagai suatu ilustrasi dari keperluan mereka, dan dari keinginan Allah untuk memberi, Dia tunjukkan di hadapan mereka seorang anak yang lapar meminta roti dari bapanya secara jasmani. “Adakah seorang dari padamu, kata-Nya, “yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti?” Dia memohon kasih sayang yang lemah lembut dan alamiah dari seorang bapa terhadap anaknya lalu mengatakan, “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anakanakmu, apalagi Bapamu-yang di surga! la akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Tidak ada manusia dengan hati seorang bapa akan meninggalkan anaknya yang lapar dan meminta roti. Apakah mereka pikir dia sanggup mempermainkan anak-anaknya, menggiurkannya dengan menimbulkan pengharapannya hanya untuk mengecewakannya? Apakah dia berjanji untuk memberikan kepadanya makanan yang baik dan bergizi, lalu memberikan batu kepadanya? Dan haruskah seseorang menghina Allah dengan membayangkan bahwa Dia tidak akan menjawab permohonan anakanak-Nya?KAB 148.2

    Jadi jika kamu manusia dan jahat, tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! la akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Lukas 11:13. Roh Kudus, wakil-Nya, adalah yang terbesar dari segala pemberian. Semua “hal-hal yang baik” terdiri di dalainnya. Pencipta itu sendiri tidak dapat memberikan apa-apa yang lebih besar dan lebih baik kepada kita. Apabila kita memohon kepada Tuhan untuk mengasihi kita di dalam kesedihan kita, dan untuk membimbing kita oleh Roh KudusNya, Dia tidak akan pernah menolak doa kita. Mungkin orangtua tega meninggalkan anaknya yang lapar, tetapi Allah tidak pernah tega menolak seruan orang miskin dan hati yang rindu. Dengan kelemahlembutan yang luar biasa apa Dia telah melukiskan kasih-Nya! Kepada orang-orang yang di dalam hari-hari kegelapan merasa bahwa Allah tidak menghiraukan mereka, ini adalah pekabaran dari hati Bapa: “Sion berkata, ‘Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.’” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, se-hingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku.” Yesaya 49:14-16.KAB 149.1

    Setiap janji dalam firman Allah melengkapi kita dengan pokok persoalan untuk berdoa, menyampaikan kata Allah yang dijanjikan sebagai jaminan kita. Berkat rohani apa saja kita perlukan, adalah hak kita untuk memintanya melalui Yesus. Dengan kesederhanaan seorang anak, kita dapat mengatakan kepada Tuhan, apa sebenarnya yang kita perlukan. Kita boleh nyatakan kepada-Nya masalah-masalah duniawi kita, meminta roti dan pakaian maupun roti kehidupan dan pakaian kebenaran Kristus Bapamu yang di surga mengetahui bahwa engkau memerlukan ini semua, dan engkau diundang untuk meminta itu semuanya. Melalui nama Yesuslah setiap kemurahan hati diterima. Allah akan menghormati nama itu. dan akan memenuhi keperluanmu dari kekayaan kemurahan hati-Nya.KAB 150.1

    Tetapi jangan lupa bahwa untuk datang kepada Allah sebagai seorang bapa engkau mengakui hubunganmu kepada-Nya sebagai seorang anak. Engkau bukan hanya mempercayai kebaikan-Nya, tetapi di dalam segala hal menyerahlah kepada kehendak-Nya, mengetahui bahwa kasih-Nya tidak berubah. Engkau serahkan dirimu untuk melakukan pekerjaan-Nya. Kepada orang-orang yang telah ditawarkan agar mencari dulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, diberikan janji ini, “Mintalah maka kamu akan menerima.” Yohanes 16:24.KAB 150.2

    Pemberian-pemberian dari Dia yang mempunyai segala kuasa di surga dan dunia disimpan untuk anak-anak Allah. Pemberian-pemberian yang sangat berharga datang kepada kita melalui pengorbanan darah Penebus yang mahal; pemberianpemberian yang memuaskan idaman hati yang paling dalam, pemberian-pemberian yang tahan selama-lamanya, akan diterima dan dinikmati oleh semua orang yang akan datang kepada Allah sebagai anak-anak kecil. Terimalah janji-janji Allah sebagai milikmu, akuilah itu di hadapan-Nya sebagai kata-kata-Nya sendiri, dan engkau akan menerima sukacita yang sempurna.KAB 150.3