Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    77—DALAM RUANG PENGADILAN PILATUS

    DALAM ruang pengadilan Pilatus, gubernur Roma, Kristus berdiri dalam keadaan terikat sebagai seorang tahanan. Di sekeliling-Nya ada serdadu-serdadu pengawal, dan ruangan itu lekas penuh dengan para penonton. Tepat di luar tempat masuk terdapatlah hakim-hakim dari Sanhedrin, imam-imam, penghulu-penghulu, tua-tua, dan orang banyak.KSZ2 368.1

    Sesudah menyatakan Yesus bersalah, Sanhedrin datang kepada Pilatus untuk menguatkan hukuman yang dijatuhkan dan dijalankan. Tetapi pembesar-pembesar Yahudi ini tidak mau memasuki ruang pengadilan Roma. Menurut hukum syarat mereka akan dinajiskan olehnya, dan dengan demikian menghalangi dari mengambil bagian dalam perayaan Paskah. Dalam kebutaan mereka tidak melihat bahwa kebencian yang ingin membunuh telah menajiskan hati mereka. Mereka tidak melihat bahwa Kristus adalah anak domba Paskah yang sebenarnya, dan bahwa perayaan besar itu telah kehilangan maknanya bagi mereka, karena mereka telah menolak Dia.KSZ2 368.2

    Ketika Juruselamat dibawa ke dalam ruang pengadilan, Pilatus me-mandang kepada-Nya dengan sikap yang tidak ramah. Gubernur Roma itu telah dipanggil dengan cepat dari kamar tidurnya, dan ia menentukan untuk melakukan pekerjaannya selekas-lekasnya. Ia bersedia mengurus orang tahanan itu dengan kekerasan sebagai hakim. Dengan air muka yang paling kejam, berbaliklah ia hendak melihat orang yang bagaimana harus diperiksanya, sehingga ia dipanggil dari istirahatnya terlalu pagi. Ia mengetahui bahwa pastilah ia seorang yang hendak diadili dan dihukum cepat-cepat oleh penguasa Yahudi.KSZ2 368.3

    Pilatus memandang kepada orang-orang yang telah menuduh Yesus, dan kemudian pandangannya menatap Yesus. Ia harus mengurus segala jenis penjahat, tetapi belum pernah sebelumnya seorang yang mempuyai tanda-tanda kebaikan dan keluhuran dibawa menghadap dia. Pada wa jah-Nya ia tidak melihat tanda kesalahan, tidak ada air muka ketakutan, tidak ada kelancangan ataupun perlawanan. Ia melihat seorang yang mempunyai pembawaan yang tenang dan mulia, yang pada wajah-Nya tidak ada tanda-tanda seorang penjahat, melainkan tanda surga.KSZ2 369.1

    'Rupa Kristus memberikan kesan yang menyenangkan kepada Pilatus. Sifat-Nya yang baik telah mendapat kesan. Ia telah mendengar tentang Yesus dan perbuatan-Nya. Istrinya telah menceritakan kepadanya sesuatu mengenai perbuatan ajaib yang dilakukan oleh Nabi Galilea itu, yang menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Sekarang hal ini hidup kembali sebagai suatu mimpi dalam ingatan Pilatus. Teringatlah ia akan kabar yang telah didengarnya dari beberapa sumber. Ia mengambil keputusan untuk menuntut dari orang Yahudi tuduhan mereka terhadap orang tahanan itu.KSZ2 369.2

    Siapakah Orang ini dan untuk apa kamu telah membawa Dia? katanya. Apakah tuduhanmu ke atas Orang mi? Orang Yahudi bingung. Karena mengetahui bahwa mereka tidak dapat membuktikan tuduhan mereka terhadap Kristus, mereka tidak menginginkan pemeriksaan di hadapan umum. Mereka menjawab bahwa Ia seorang penipu yang disebut Yesus Orang Nazaret.KSZ2 369.3

    Sekali lagi Pilatus bertanya, “Apakah tuduhanmu ke atas Orang ini?” Imam-imam tidak menjawab pertanyaannya, melainkan dalam perkataan yang menunjukkan kemarahan, mereka berkata, “Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu.” Bila mereka yang menjadi anggota-anggota Sanhedrin. orang-orang terkemuka dari bangsa itu, membawa kepada tuan seorang yang mereka anggap patut dibunuh, perlukah lagi menanyakan tuduhan terhadap dia? Mereka berharap hendak memberi kesan kepada Pilatus dengan suatu perasaan tentang berapa penting mereka itu, dan dengan demikian menuntun dia untuk mengabulkan permohonan mereka tanpa banyak pemeriksaan pendahuluan. Mereka ingin mendapat pengesahan hukuman yang telah mereka jatuhkan kepada-Nya; karena mereka mengetahui bahwa orang banyak yang telah menyaksikan perbuatan Kristus yang ajaib dapat menceritakan hal yang berbeda dengan rekaan yang kini sedang mereka ucapkan.KSZ2 369.4

    Para imam berpendapat bahwa dengan Pilatus yang lemah dan raguragu mereka dapat melaksanakan rencana mereka tanpa kesulitan. Sebelumnya ia telah menandatangani surat kuasa kematian cepat-cepat menghukum mati orang-orang yang mereka ketahui tidak patut dibunuh Dalam penilaiannya hidup seorang tahanan sangatlah kecil harganya, apakah ia tidak bersalah ataupun bersalah tidaklah terlalu berarti. Para imam berharap bahwa kini Pilatus akan menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus tanpa memberi Dia kesempatan untuk memberikan penjelasan. Hal ini mereka mohonkan sebagai anugerah pada perayaan nasional yang besar itu.KSZ2 370.1

    Tetapi ada sesuatu dalam ^rang tahanan itu yang menahan Pilatus dari melakukan hal ini. Ia tidak berani melakukannya. Ia membaca niat para imam. Ia teringat bagaimana, belum lama sebelumnya, Yesus telah mem-bangkitkan Lazarus, seorang yang sudah meninggal empat hari lamanya; dan ia mengambil keputusan untuk mengetahui, sebelum menandatangani hukuman pernyataan bersalah, apa tuduhan mereka terhadap Dia, dan apakah tuduhan itu dapat dibuktikan.KSZ2 370.2

    Kalau pertimbangan kamu sudah cukup, katanya, mengapa membawa orang tahanan ini kepadaku? “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.” Setelah mendesak sedemikian, imam-imam mengatakan bahwa mereka telah menjatuhkan hukuman kepada-Nya, tetapi mereka harus meminta keputusan Pilatus untuk mengesahkan hukuman yang telah mereka jatuhkan. Hukuman apa yang sudah kamu jatuhkan? tanya Pilatus. Hukuman mati, jawab mereka, tetapi tidak sesuai dengan undang-undang kalau kami membunuh seseorang. Mereka minta Pilatus percaya akan pernyataan mereka bahwa Kristus bersalah, dan memaksakan hukuman yang telah mereka jatuhkan. Mereka akan memikul tanggung jawab dari akibat perbuatan itu.KSZ2 370.3

    Pilatus bukannya seorang hakim yang adil ataupun yang menuruti angan-angan hatinya; tetapi meskipun ia lemah dalam kuasa akhlak, ia enggan mengabulkan permohonan ini. Ia tidak mau menyatakan Yesus bersalah sampai suatu tuduhan sudah disampaikan terhadap Dia.KSZ2 371.1

    Imam-imam berada dalam kedudukan yang sangat sulit. Mereka melihat bahwa mereka harus menutupi kepura-puraan mereka di bawah samaran yang paling tebal. Mereka tidak mau membiarkan jangan sampai kelihatan bahwa Kristus telah ditangkap karena perkara agama. Seandainya hal ini dikemukakan sebagai suatu alasan, tindakan mereka tidak akan mempengaruhi Pilatus. Mereka harus berusaha agar kelihatan bahwa Yesus sedang bekerja menentang undang-undang umum; dengan demikian Ia dapat dihukum sebagai seorang pelanggar politik. Huru-hara dan pemberontakan terhadap pemerintahan Roma selamanya timbul di antara orang Yahudi. Orang Roma telah memperlakukan pemberontakan ini dengan keras, dan mereka senantiasa berjaga-jaga hendak menindas segala sesuatu yang dapat membawa kepada suatu pemberontakan.KSZ2 371.2

    Hanya beberapa hari sebelumnya orang Farisi telah mencoba menjebak Kristus dengan pertanyaan, “Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka yang licik itu. Orang-orang Roma yang hadir pada waktu itu telah melihat kegagalan total di pihak orang-orang yang bersekongkol itu, serta kekalahan mereka setelah mendengar jawab-Nya, “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar.” Luk. 20:22-25.KSZ2 371.3

    Sekarang imam-imam berusaha memperlihatkan bahwa pada kesempatan ini Kristus telah mengajarkan apa yang mereka harapkan akan diajarkan-Nya. Dalam kesukaran mereka dipanggillah saksi-saksi dusta untuk menolong mereka, dan “mereka mulai menuduh Dia, serta berkata, Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.” Tiga tuduhan, masing-masing tidak beralasan. Imam-imam mengetahui hal ini, tetapi mereka rela bersumpah palsu asalkan mereka dapat mencapai maksud mereka.KSZ2 371.4

    Pilatus mengerti maksud mereka. Ia tidak percaya bahwa orang tahanan itu sudah mengadakan rencana jahat melawan pemerintah. KeadaanNya yang lemahlembut dan rendah hati sama sekali tidak sesuai dengan tuduhan itu. Pilatus diyakinkan bahwa suatu rencana jahat sudah diadakan untuk membinasakan seorang yang tidak bersalah yang menghalanghalangi kehendak para pembesar Yahudi. Sambil berbalik Kepada Yesus ia bertanya, “Engkaukah Raja orang Yahudi?” Juruselamat menjawab, “Engkau sendiri mengatakannya.” Dan pada waktu Ia berkata, wajahNya bercahaya seakan-akan sinar matahari sedang menyinarinya.KSZ2 372.1

    Ketika mereka mendengar jawab-Nya. Kayafas dan mereka yang bersama-sama dengan dia memanggil Pilatus untuk menyaksikan bahwa Yesus telah mengakui kejahatan yang dituduhkan kepada-Nya. Dengan teriak hiruk pikuk, imam-imam, ahli Taurat, dan penghulu-penghulu menui tut agar Ia dijatuhi hukuman mati. Teriak itu disambut oleh orang banyak dan kegaduhan itu memekakkan telinga. Pilatus kebingungan. Setelah melihat bahwa Yesus tidak menjawab para penuduh-Nya, Pilatus mengatakan kepada-Nya, “Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!.”KSZ2 372.2

    Sambil berdiri di belakang Pilatus, dan dilihat oleh semua orang yang hadir di halaman itu, Kristus mendengar nistaan itu; tetapi terhadap semua tuduhan yang ditujukan kepada-Nya Ia tidak menjawab sepatah kata pun. Segenap pembawaan-Nya memberikan bukti tentang rasa kesadaran bahwa Ia tak bersalah. Ia berdiri dengan tidak terpengaruh oleh keganasan ombak yang memukul di sekeliling-Nya. Hal itu seakan-akan gelombang kemarahan, yang naik lebih tinggi dan lebih tinggi, laksana ombak samudera yang gemuruh, memecah di sekeliling-Nya, tetapi tidak mempengaruhi Dia. Ia berdiri dengan tenang, tetapi ketenangan-Nya meyakinkan. Itulah terang yang bersinar dari dalam batin kepada keadaan secara lahir.KSZ2 372.3

    Pilatus keheran-heranan melihat pembawaan-Nya. Apakah orang ini tidak menghiraukan tindakan yang diambil terhadap Dia karena Ia tidak ambil pusing untuk menyelamatkan hidup-Nya? ia bertanya kepada dirinya sendiri. Ketika ia menatap kepada Yesus, yang menanggung hinaan dan ejekan tanpa membalas dendam, ia merasa bahwa Ia tidak mungkin jahat dan tidak adil seperti imam-imam yang ribu-ribut itu. Dengan mengharap untuk mendapatkan kebenaran daripada-Nya dan untuk menghindari huru-hara orang banyak, Pilatus membawa Yesus ke samping bersamanya, dan sekali lagi menanyakan, “Engkaukah Raja orang Yahudi?”KSZ2 372.4

    Yesus tidak menjawab pertanyaan ini secara langsung. Ia mengetahui bahwa Roh Kudus sedang bergumul dengan Pilatus, dan Ia memberi dia kesempatan untuk mengakui keyakinannya. “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri,” Ia bertanya, “atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” Maksudnya apakah hal itu tuduhan imam-imam, ataukah suatu kerinduan untuk menerima terang dari Kristus, yang mendorong pertanyaan Pilatus. Pilatus mengerti maksud Kristus; tetapi keangkuhan timbul dalam hatinya. Ia tidak mau mengakui keyakinan yang mendesak dia. “Apakah aku seorang Yahudi?” katanya. “Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku. Apakah yang telah Engkau perbuat?”KSZ2 373.1

    Kesempatan emas bagi Pilatus sudah lalu. Meskipun demikian Yesus tidak meninggalkannya tanpa terang selanjutnya. Meskipun Ia tidak menjawab pertanyaan Pilatus secara langsung, Ia menyatakan tugas-Nya sendiri dengan jelas. Ia memberikan pengertian kepada Pilatus bahwa Ia bukannya mencari takhta duniawi.KSZ2 373.2

    “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jikalau kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi: tetapi kerajaan-Ku bukan dari sini. Lalu kata Pilatus kepada-Nya, Jadi Engkau seorang Raja? Jawab Yesus: “Engkau mengatakan bahwa Aku adalah Raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.”KSZ2 373.3

    Kristus menegaskan bahwa perkataan-Nya itu sendiri adalah sebuah kunci yang akan membukakan rahasia kepada mereka yang bersedia me-nerimanya. Perkataan itu sendiri mempunyai kuasa, dan inilah rahasia meluasnya kerajaan kebenaran-Nya. Ia ingin memberikan pengertian kepada Pilatus bahwa hanya oleh menerima dan memiliki kebenaran dapatlah sifatnya yang sudah rusak dibangun kembali.KSZ2 373.4

    Pilatus mempunyai suatu kerinduan untuk mengetahui kebenaran. Pi-kirannya bingung. Dengan penuh kerinduan dipahaminya perkataan Juruselamat, dan hatinya tergerak dengan keinginan besar untuk mengetahui apakah sebenarnya hal itu, dan bagaimana Ia dapat memperolehnya. “Apakah Kebenaran itu?” tanyanya. Tetapi ia tidak menunggu jawabnya. Huru-hara di luar memperingatkan kepadanya tentang perhatian pada saat itu, karena imam-imam berteriak-teriak menuntut keputusan yang cepat. Setelah keluar kepada orang Yahudi, ia menyatakan dengan tegas, “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”KSZ2 374.1

    Perkataan ini dari hakim kafir merupakan suatu tempelakan yang tajam terhadap kelicikan dan kepalsuan penghulu-penghulu Israel yang sedang menuduh Juruselamat. Ketika imam-imam dan tua-tua mendengar hal ini dari Pilatus, kekecewaan dan kemarahan mereka tidak mengenal patas. Dengan nyaring mereka menuduh Pilatus, dan mengancam dia dengan celaan dari pemerintahan Roma. Mereka menuduh dia enggan mempersalahkan Yesus yang, menurut penegasan mereka telah me-nempatkan diri-Nya dalam kekuasaan hendak melawan Kaisar.KSZ2 374.2

    Suara amarah kini kedengaran, menyatakan bahwa pengaruh Yesus yang menghasut sudah diketahui di seluruh negeri itu. Imam-imam berkata, “Ia menghasut kaum itu sambil mengajar orang di seluruh tanah Yudea dari Galilea sampai ke tempat ini.”KSZ2 374.3

    Pada saat ini Pilatus tidak memikirkan hendak menyatakan Yesus ber-salah. Ia mengetahui bahwa orang Yahudi telah menuduh Dia karena ke-bencian dan prasangka. Ia mengetahui apa kewajibannya. Keadilan me-nuntut bahwa Kristus harus dilepaskan dengan segera. Tetapi Pilatus takut akan dendam di pihak orang banyak. Seandainya ia enggan menyerahkan Yesus ke tangan mereka, suatu huru-hara akan timbul, dan ia khawatir menghadapi hai ini. Ketika didengarnya bahwa Kristus berasal dari Galilea, ia mengambil keputusan untuk mengirim-Nya kepada Herodes, pemerintah di propinsi itu, yang pada saat itu berada di Yerusalem. Dengan jalan ini, Pilatus berpendapat untuk memindahkan tanggung jawab pengadilan itu dari dirinya sendiri kepada Herodes. Ia juga berpikir bahwa hal ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengobati pertengkaran yang lama antara dia dengan Herodes. Dan terbukti demikian. Kedua hakim itu bersahabat atas pengadilan Juruselamat.KSZ2 374.4

    Pilatus menyerahkan Yesus sekali lagi kepada serdadu-serdadu, dan di tengah ejekan dan hinaan orang banyak Ia dibawa cepat-cepat ke ruang pengadilan Herodes. Apabila Herodes melihat Yesus, maka ia sangat girang. Ia belum pernah berjumpa dengan Juruselamat sebelumnya, tetapi “sudah lama ia ingin melihat-Nya karena ia sering mendengar tentang Dia, lagi pula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.” Inilah Herodes yang tangannya berlumuran darah Yohanes Pembaptis. Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah Kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi,” “itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Mrk. 6:16; Mat. 14:2. Namun Herodes ingin melihat Yesus. Sekarang ada kesempatan untuk menyelamatkan hidup nabi ini, dan raja itu berharap untuk membuangkan selama-lamanya dari pikirannya ingatan tentang kepala yang berdarah yang dibawa kepadanya dalam sebuah talam. Ia juga ingin memuaskan keinginannya hendak mengetahui, dan berpendapat bahwa jika Kristus diberi suatu harapan untuk dilepaskan. Ia akan melakukan apa saja yang diminta daripada-Nya.KSZ2 375.1

    Serombongan besar imam-imam dan tua-tua telah mengiringi Kristus kepada Herodes. Dan ketika Juruselamat dibawa masuk, pembesar-pembesar ini, semuanya berbicara dengan penuh semangat, mendesakkan tuduhan mereka terhadap Dia. Tetapi Herodes memberikan perhatian sedikit saja pada tuduhan mereka. Ia tinggal diam, menghendaki suatu kesempatan untuk menanyai Kristus. Ia memerintahkan agar belenggu pada Kristus dilepaskan, dan pada saat yang sama menuduh musuh-musuhNya memperlakukan Dia dengan kasar. Sambil memandang dengan belas kasihan pada wajah Penebus dunia yang tenang itu, ia membaca dalamnya hanya kebijaksanaan dan kesucian. Ia dan Pilatus merasa puas bahwa Kristus telah dituduh hanya karena kebencian dan dengki.KSZ2 375.2

    Herodes menanyai Kristus panjang lebar, tetapi selama ditanyai Juru-selamat tetap berdiam diri. Atas perimah raja, orang-orang yang tua renta dan yang kudung kemudian dipanggil masuk, dan Kristus disuruh mem-buktikan pengakuan-Nya oleh mengadakan suatu mukjizat. Orang me-ngatakan bahwa Engkau dapat menyembuhkan orang yang sakit, kata Herodes. Saya ingin sekali melihat bahwa kemasyhuran-Mu yang sudah tersebar luas itu tidak dipalsukan. Yesus tidak menjawab, dan Herodes masih terus mendesak: Jika Engkau dapat mengadakan mukjizat bagi orang lain, adakanlah sekarang untuk kepentingan-Mu sendiri, dan hal itu akan menguntungkan bagi-Mu. Sekali lagi ia memerintahkan, Tunjukkanlah kepada kami suatu tanda bahwa Engkau mempunyai kuasa yang orang katakan Kaumiliki. Tetapi Kristus bagaikan seorang yang mendengar dan tidak melihat. Anak Allah telah mengambil sifat manusia pada diri-Nya sendiri. Ia harus berbuat sebagaimana manusia harus berbuat dalam keadaan seperti itu. Sebab itu Ia tidak mau mengadakan suatu mukjizat untuk menghindarkan diri-Nya dari siksa dan kehinaan yang harus diderita oleh manusia bila ditempatkan dalam keadaan seperti itu.KSZ2 375.3

    Herodes menjanjikan bahwa jika Kristus mau mengadakan suatu mukjizat di hadapannya, Ia akan dilepaskan. Para penuduh Kristus telah melihat dengan mata kepala mereka sendiri perbuatan besar yang diadakan oleh kuasa-Nya. Mereka telah mendengar Ia memerintahkan kubur untuk melepaskan orang matinya. Mereka telah melihat orang mati keluar menurut suara-Nya. Rasa takut memenuhi hati mereka jangan-jangan sekarang ini Ia akan mengadakan mukjizat. Dari segala sesuatu yang paling mereka takuti ialah pertunjukan kuasa-Nya. Pertunjukan seperti itu akan merupakan pukulan maut terhadap rencana mereka, dan mungkin menyebabkan mereka kehilangan nyawa. Sekali lagi imamimam dan penghulu-penghulu, dalam kecemasan yang besar, mendesakkan tuduhan mereka terhadap Dia. Sambil menyaringkan suara, mereka menyatakan, Ia seorang pengkhianat, seorang penghujat. Ia mengadakan mukjizat-mukjizat-Nya dengan kuasa yang diberikan kepada-Nya oleh Beelzebul, putra Iblis. Ruangan itu dipenuhi kekacauan, ada yang meneriakkan satu perkara dan ada pula yang lain.KSZ2 376.1

    Angan-angan hati Herodes kini kurang peka daripada ketika ia gemetar dengan kengerian mendengar permohonan Herodias agar kepala Yohanes Pembaptis diberikan padanya. Seketika lamanya ia telah mera-sakan sangat penyesalan karena perbuatannya yang mengerikan itu, tetapi pandangan akhlaknya telah menjadi makin rendah oleh kehidupannya yang risau. Sekarang hatinya telah menjadi sangat keras sehingga ia malah dapat membanggakan hukuman yang telah dikenakannya kepada Yohanes karena berani menegur dia. Dan sekarang ia mengancam Yesus, dengan menyatakan berulang-ulang bahwa ia berkuasa melepaskan atau menghukum Dia. Tetapi tidak ada tanda dari Yesus yang menunjukkan bahwa Ia mendengar suatu perkataan.KSZ2 376.2

    Herodes menjadi marah karena Yesus diam saja. Hal itu tampaknya menyatakan adanya sikap acuh tak acuh terhadap kekuasaannya. Terhadap raja yang sombong dan suka membesarkan diri, tempelak terang-terangan akan kurang menghina daripada tidak dihiraukan seperti itu. Sekali lagi dengan marah-marah ia mengancam Yesus, yang tetap tidak bergerak dan diam.KSZ2 377.1

    Tugas Kristus di dunia ini bukannya memuaskan sifat ingin tahu yang tidak bermanfaat. Ia datang untuk menyembuhkan orang yang hancur hatinya. Sekiranya Ia dapat mengucapkan suatu perkataan untuk me-nyembuhkan bilur pada jiwa-jiwa yang sakit karena dosa, maka Ia tidak akan tinggal diam. Tetapi Ia tidak mau mengucapkan perkataan kepada mereka yang hanya hendak memijak-mijak kebenaran di bawah kaki mereka yang najis.KSZ2 377.2

    Sebenarnya Kristus dapat mengucapkan perkataan kepada Herodes yang akan menembus telinga raja yang sudah mengeraskan hati itu. Sebenarnya Ia dapat memalu dia dengan ketakutan dan gentar oleh membeberkan di hadapannya segenap kejahatan hidupnya, serta kengerian nasibnya yang akan datang. Tetapi sikap Kristus yang tinggal diam merupakan tempelak yang paling keras yang dapat diberikan-Nya. Herodes telah menolak kebenaran yang diucapkan Kepadanya oleh nabi yang terbesar, dan tidak ada pekabaran lain hendak diterimanya. Yang Mulia di surga tidak mau mengucapkan suatu perkataan kepadanya. Telinga yang sudah pernah terbuka terhadap malapetaka manusia, tidak mempunyai tempat bagi perintah Herodes. Mata yang sudah pernah menatap orang berdosa yang mau bertobat dalam kasih yang penuh belas kasihan dan suka mengampuni tidak mau memandang kepada Herodes. Bibir yang telah mengucapkan kebenaran yang paling mengesankan, yang dalam nada memohon yang paling lemah lembut telah membujuk orang yang paling berdosa dan paling rendah akhlaknya, tertutup bagi raja yang sombong yang merasa tidak memerlukan seorang Juruselamat.KSZ2 377.3

    Muka Herodes menjadi muram karena amarah yang menyala-nyala. Sambil berbalik kepada orang banyak, dengan marah-marah ia menuduh Yesus sebagai pembohong. Kemudian kepada Kristus ia berkata, “Kalau Engkau tidak mau memberikan bukti tentang pengakuan-Mu. aku akan menyerahkan Engkau kepada serdadu-serdadu dan orang banyak. Mungkin mereka akan berhasil dalam memaksa Engkau untuk berbicara. Kalau Engkau seorang pembohong, kematian di tangan mereka merupakan satu-satunya ganjaran yang patut Engkau terima; kalau Engkau Anak Allah, selamatkanlah diri-Mu oleh mengadakan mukjizat.”KSZ2 377.4

    Segera setelah perkataan ini diucapkan, orang banyak pun menyerbu Kristus. Laksana binatang buas, orang banyak menyergap mangsanya. Yesus ditarik ke sana ke mari, Herodes menggabungkan diri dengan orang banyak dalam usaha untuk merendahkan Anak Allah. Kalau serdadu-serdadu Roma tidak campur tangan, dan mendesak mundur orang banyak yang sudah marah sekali, maka Juruselamat sudah tentu telah dicabik-cabik.KSZ2 378.1

    Herodes dan pasukannya menista dan mengnlok-olokkan Dia. ia me-ngenakan jubah kebesaran kepada-Nya.” Serdadu-serdadu Roma meng-gabungkan diri dalam nistaan ini. Segala sesuatu yang dapat didatangkan oleh serdadu-serdadu yang jahat dan bejat ini, atas bantuan Herodes dan para pembesar Yahudi ditimpakan ke atas Juruselamat. Meskipun demikian kesabaran Ilahi-Nya tidak gagal.KSZ2 378.2

    Orang-orang yang menganiaya Kristus telah mencoba mengukur tabiat-Nya dengan tabiat mereka sendiri, mereka telah menggambarkan Dia sebagai seorang yang jahat akhlaknya sama seperti mereka. Tetapi di balik segala sesuatu yang nampak pada saat itu suatu pemandangan lain terjadi—suatu pemandangan yang sekali kelak akan mereka lihat dalam segala kemuliaannya. Ada beberapa orang yang gemetar di hadirat Kristus. Sementara orang banyak yang kasar itu tunduk mengejek Diabeberapa orang maju ke muka untuk maksud itu berbalik, takut dan bungkam. Herodes diyakinkan. Sinar terang kemurahan yang terakhir sedang bercahaya pada hatinya yang sudah dikeraskan oleh dosa. Ia merasa bahwa ini bukannya manusia biasa saja, karena Keilahian telah memancar melalui kemanusiaan. Pada saat yang sama ketika Kristus dikelilingi oleh orang-orang yang mengejek, orang-orang yang berzina, dan pembunuh-pembunuh, Herodes merasa bahwa ia sedang memandang Allah di atas takhta-Nya.KSZ2 378.3

    Meskipun ia sudah mengeraskan hatinya, Herodes tidak berani me-ngesahkan hukuman bagi Kristus. Ia ingin melepaskan diri dari tanggung jawab yang mengerikan dan dikirimnya Yesus kembali ke ruang pe-ngadilan Roma.KSZ2 379.1

    Pilatus kecewa dan sangat tidak senang hatinya. Ketika orang Yahudi kembali dengan orang tahanan mereka, dengan tidak sabar lagi ia mena-nyakan apa yang mereka kehendaki ia lakukan. Ia mengingatkan kepada mereka bahwa ia telah memeriksa Yesus, dan tidak mendapati kesalahan pada-Nya; ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah menuduh Dia, tetapi mereka tidak sanggup membuktikan biar pun hanya satu tuduhan. Ia telah mengirim Yesus kepada Herodes, pemerintah di daerah Galilea, dan seorang yang dari bangsa mereka sendiri, tetapi ia juga tidak mendapat sesuatu pada-Nya yang patut mendapat ganjaran hukuman mati. ‘jadi aku akan menghajar Dia,” kata Pilatus, “lalu melepaskan Nya.”KSZ2 379.2

    Di sini Pilatus menunjukkan kelemahannya. Ia telah menyatakan bahwa Yesus tidak bersalah, meskipun demikian ia rela membiarkan Ia didera untuk menenangkan para penuduh-Nya. Ia mau mengorbankan keadilan dan prinsip agar berkompromi dengan orang banyak. Hal ini menempatkan dia dalam keadaan yang tidak menguntungkan dia. Orang banyak mengambil kesempatan dari keragu-raguannya, dan berteriak lebih nyaring meminta nyawa orang tahanan itu. Jika pada mulanya Pilatus telah berdiri teguh, enggan mempersalahkan seorang yang didapatinya tidak bersalah ia akan dapat memutuskan rantai celaka yang akan mengikat dia dalam penyesalan dan kesalahan seumur hidupnya. Sekiranya ia telah melaksanakan keyakinannya akan kebenaran, maka orang Yahudi tidak akan berani memerintahkan dia. Kristus akan dibunuh, tetapi kesalahan itu tidak akan ditimpakan ke atas Pilatus. Tetapi Pilatus telah mengambil langkah demi langkah dalam pelanggaran akan angan-angan hatinya. Ia telah minta maaf karena memeriksa dengan keadilan, dan sekarang ia mendapati dirinya dalam keadaan hampir tidak berdaya dalam tangan imam-imam dan penghulu-penghulu. Keragu-raguan dan kebimbangannya terbukti mengakibatkan kebinasaannya.KSZ2 379.3

    Sekarang Pilatus tidak dibiarkan untuk bertindak dengan cara membabi buta. Suatu pekabaran dari Allah mengamarkan dia untuk menjauhkan dii i dari perbuatan yang hampir akan dilakukannya. Sebagai jawab terhadap doa Kristus, istri Pilatus telah dikunjungi oleh seorang malaikat dari surga, dan dalam mimpi ia telah memandang Juruselamat dan bercakap-cakap dengan Dia. Istri Pilatus bukannya seorang Yahudi, tetapi ketika ia memandang kepada Yesus dalam mimpinya, ia tidak ragu-ragu akan tabiat atau pun tugas-Nya. Ia mengetahui bahwa Ialah Putra Allah. Ia melihat Dia diperiksa di ruang pengadilan. Ia melihat tangan yang diikat erat-erat bagaikan tangan seorang penjahat Ia melihat Herodes dan serdadu-serdadunya melakukan pekerjaan mereka yang menakutkan. Ia mendengar para imam dan penghulu, dipenuhi dengan kedengkian dan kebencian, sedang menuduh dengan marah-marah. Ia mendengar perkataan, “Pada kami ada suatu hukum, dan menurut hukum itu wajiblah Ia mati.” Ia melihat Pilatus menyerahkan Yesus untuk didera, sesudah ia menyatakan, “Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya.” Ia mendengar hukuman yang diumumkan oleh Pilatus, dan melihat dia menyerahkan Kristus kepada para pembunuh-Nya. Ia melihat salib ditinggikan di Golgota. Ia melihat bumi diselubungi kegelapan, dan mendengar seruan yang sukar dipahami, “Sudah selesai.” Masih ada lagi peristiwa lain dilinatnya. Ia melihat Kristus duduk di atas awan putih yang besar, sementara bumi berputar-putar di angkasa, dan orang-orang yang membunuh Dia melarikan diri dari kemuliaan-Nya. Dengan teriak ketakutan terbangunlah ia, dan dengan segera menulis kepada Pilatus perkataan amaran.KSZ2 379.4

    Sementara Pilatus ragu-ragu mengenai apa yang harus diperbuatnya, seorang pesuruh menerobos orang banyak, dan menyerahkan kepadanya surat dari istrinya, yang berbunyi:KSZ2 380.1

    “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”KSZ2 380.2

    Muka Pilatus menjadi pucat Ia bingung dengan gejolak perasaannya sendiri. Tetapi sementara a menunda untuk bertindak, imam-imam dan penghulu-penghulu masih terus-menerus menggelorakan pikiran orang banyak Pilatus terpaksa bertindak. Ia teringat akan suatu kebiasaan yang dapat digunakan untuk melepaskan Kristus. Menurut kebiasaan pada perayaan seperti ini seorang tahanan dilepaskan menurut pilihan orang banyak. Kebiasaan ini berasal dari orang kafir, tidak ada keadilan sedikit pun dalamnya, tetapi kebiasaan itu sangat dihargai oleh orang Yahudi. Penguasa Roma itu pada saat ini memegang seorang tahanan bernama Barabas, yang sudah dijatuhi hukuman mati. Orang ini telah mengaku sebagai Mesias. Ia mengakui kekuasaan untuk mendirikan suatu sistem pemerintahan yang berbeda, untuk memperbaiki keadaan dunia. Di bawah penipuan Setan ia mengakui bahwa apa saja dapat diperolehnya dengan pencurian dan perampokan adalah miliknya. Ia telah melakukan perkara-perkara yang ajaib dengan perantaraan Setan, ia telah memperoleh para pengikutnya dari antara orang banyak, dan telah mengadakan hasutan melawan pemerintahan Roma. Di bawah samaran agama yang penuh semangat sebenarnya ia adalah seorang penjahat yang sudah mengeraskan hati dan tidak berpengharapan lagi, yang sudah nekad mengadakan pemberontakan dan kebengisan. Oleh memberi orang banyak suatu pilihan antara orang ini dan Juruselamat yang tidak bersalah, Pilatus berpendapat bahwa hal ini dapat menyadarkan mereka kepada rasa keadilan. Ia berharap bahwa mereka akan menaruh simpati terhadap Yesus dalam pertentangan dengan imam-imam dan penghulu-penghulu. Sebab itu, sambil berbalik kepada orang banyak, berkatalah ia dengan kesungguh-sungguhan “Siapakah yang kamu kehendaki kulepaskan bagimu? Barabaskah atau Yesus, yang disebut Kristus?”KSZ2 380.3

    Bagai bunyi binatang buas yang gemuruh datanglah jawab orang banyak, “Lepaskan Barabas bagi kami.” Lebih nyaring dan lebih nyaring pula terdengar teriak, Barabas! Barabas! Sebab berpendapat bahwa orang banyak itu tidak mengerti pertanyaannya, Pilatus bertanya, “Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?” Tetapi mereka berteriak lagi, “Enyahkanlah Dia, lepaskan Barabas bagi kami.” Jikalau demikian, apakah wajib kuperbuat kepada Yesus yang dikatakan Kristus?” tanya Pilatus. Sekali lagi orang banyak yang hirukpikuk itu memekik laksana Setan-setan. Setan-setan dalam rupa manusia, ada dalam rombongan orang banyak itu, dan apakah yang dapat diharapkan kecuali jawab, “Salibkanlah Dia.”KSZ2 381.1

    Pilatus sangat susah hatinya. Ia tidak memikirkan bahwa hal itu akan terjadi sedemikian. Ia takut menyerahkan seorang yang tidak bersalah kepada kematian yang paling hina dan bengis yang dapat dikenakan Setelah suara yang riuh-rendah bunyinya berhenti, berbaliklah ia kepada orang banyak, seraya berkata, “Kejahatan apakah yang dilakukannya?” Tetapi perkara itu sudah terlalu jauh untuk diperdebatkan. Yang mereka inginkan bukannya bukti bahwa Kristus tidak bersalah, melainkan hukuman bagi-Nya.KSZ2 381.2

    Meskipun demikian Pilatus berusaha menyelamatkan Dia. “Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: Kejahatan apa sebenarnya yang telah dilakukan Orang ini? Tidak ada suatu kesalahan pun kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.” Tetapi justru oleh mendengar ucapan tentang melepaskan Dia membangkitkan kegilaan orang banyak menjadi sepuluh kali ganda. “Salibkanlah Dia, salibkanlah Dia,” mereka berteriak. Lebih keras dan lebih keras pula deru topan yang disebabkan oleh» keragu-raguan Pilatus.KSZ2 382.1

    Yesus dibawa, lemas karena keletihan, dan dipenuhi dengan lukaluka, dan didera pada pemandangan orang banyak. “Kemudian serdaduserdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dari memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan juba^i ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat Kepada-Nya, katanya: ‘Salam hai Raja orang Yahudi!’ .. . dan berlutut menyembahNya.” Sekali-sekali tangan jahil merenggut buluh yang telah ditaruh pada tangan-Nya, dan memukul mahkota itu pada dahi-Nya, memaksakan duri-duri masuk ke dalam pelipis-Nya, sehingga darah mengalir pada wajah dan janggut-Nya.KSZ2 382.2

    Heranlah, O surga! dan tercenganglah, O bumi! Lihatlah si penindas dan yang ditindas. Orang banyak yang sudah marah sekali mengelilingi Juruselamat dunia. Ejekan dan nistaan bercampur dengan sumpah hujatan yang kasar. Kelahiran-Nya yang hina dan kehidupan-Nya yang rendah hati menjadi buah mulut di antara orang banyak yang tidak berperasaan. Pengakuan-Nya bahwa Ialah Anak Allah ditertawakan, dan senda gurau yang kasar dan ejekan yang menghina disampaikan dari bibir ke bibir.KSZ2 382.3

    Setan memimpin orang banyak yang bengis itu dalam nistaannya ter-hadap Juruselamat. Adalah maksudnya membangkitkan amarah-Nya un-tuk membalas dendam sedapat-dapatnya, atau mendorong Dia untuk mengadakan mukjizat guna melepaskan diri-Nya, dan dengan demikian merusakkan rencana keselamatan. Satu noda saja pada hidup kemanu- siaan-Nya, satu kegagalan dari kemanusiaan-Nya untuk menanggung ujian yang hebat, dan Anak Domba Allah tidak akan menjadi suatu per-sembahan yang tidak sempurna, dan penebusan manusia menjadi suatu kegagalan. Tetapi Ia yang dengan suatu perintah saja dapat mendatangkan bantuan balatentara surga kepada-Nya—Ia yang dapat mengusir orang dengan penuh ketakutan dari pemandangan-Nya oleh memancarkan kemuliaan Ilahi-Nya—menyerah dengan ketenangan sempurna pada hinaan yang paling kasar.KSZ2 382.4

    Musuh-musuh Kristus telah menuntut suatu mukjizat sebagai bukti Keilahian-Nva. Mereka mempunyai bukti yang jauh lebih besar daripada suatu bukti lain yang mereka cari. Sebagaimana kebengisan mereka me-rendahkan derajat para penyiksa-Nya di bawah batas-batas peri kemanu-siaan menjadi serupa dengan Setan, demikian juga kelemahlembutan dan kesabaran-Nya mengangkat derajat Yesus di atas kemanusiaan, dan membuktikan hubungan kekeluargaan-Nya dengan Allah. Perihal Ia di-rendahkan merupakan jaminan bahwa Ia akan ditinggikan. Tetesan darah kesengsaraan yang mengalir dari pelipis-Nya yang luka melalui wajah dan janggut-Nya merupakan jaminan pengurapan-Nya dengan “minyak sebagai tanda kesukaan” (Ibr. 1:9) sebagai imam besar kita yang besar itu.KSZ2 383.1

    Kemarahan Setan sangat besar ketika ia melihat bahwa segala nistaan yang dikenakan pada Juruselamat sedikit pun tidak memaksa Dia menge-luarkan persungutan dari bibir-Nya. Meskipun Ia telah mengenakan sifat manusia, Ia dikuatkan dengan keteguhan Ilahi, dan sedikit pun tidak me-nyimpang dari kehendak Bapa-Nya.KSZ2 383.2

    Ketika Pilatus menyerahkan Yesus untuk didera dan diejek, ia berpikir hendak membangkitkan belas kasihan orang banyak. Ia berharap bahwa mereka akan menentukan bahwa hal ini merupakan hukuman yang sudah memadai. Ia berpendapat bahwa kebencian di pihak imam-imam sekalipun akan memuaskan sekarang. Tetapi dengan penglihatan yang tajam orang Yahudi melihat kelemahan menghukum seorang sedemikian yang telah dinyatakan tidak bersalah. Mereka mengetahui bahwa Pilatus sedang mencoba menyelamatkan hidup orang tahanan itu, dan mereka menentukan bahwa Yesus tidak boleh dilepaskan. Untuk menyenangkan dan memuaskan hati kita, Pilatus telah mendera Dia, pikir mereka, dan jika kita mendesakkan hal itu kepada persoalan yang menentukan, maka sudah pasti kita akan mencapai maksud kita.KSZ2 383.3

    Sekarang Pilatus memerintahkan untuk membawa Barabas ke peng-adilan. Kemudian ia mempertunjukkan kedua orang tahanan itu berdamping-dampingan, dan sambil menunjuk kepada Juruselamat berkatalah ia dalam suara memohon yang sungguh-sungguh, “Pandanglah Orang itu.” “Lihatlah, aku membawa Dia keluar kepadamu, supaya kamu tahu bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”KSZ2 384.1

    Di situlah berdiri Anak Allah, memakai jubah ejekan dan mahkota duri. Setelah pakaian-Nya dibuka sampai ke pinggang-Nya, pada punggung-Nya kelihatan bekas pukulan yang panjang dan bengis, yang dari pada-Nya mengalirlah darah dengan bebasnya. Wajah-Nya bernoda darah, dan menunjukkan tanda kehabisan tenaga dan kepedihan; tetapi belum pernah wajah-Nya itu kelihatan lebih indah daripada sekarang. Wajah Juruselamat tidak bercacat di hadapan musuh-musuh-Nya. Setiap raut muka menunjukkan keramahan dan kesabaran dan belas kasihan yang paling lemah lembut terhadap musuh-musuh-Nya yang bengis. Dalam budi pekerti-Nya tidak ada kelemahan seorang pengecut, melainkan kekuatan dan keluhuran sifat panjang sabar. Dalam perbedaan yang sangat mencolok terdapatlah orang tahanan yang di samping-Nya. Setiap raut muka Barabas menunjukkan bahwa ia seorang penjahat yang tidak berperasaan. Perbedaan mencolok itu berbicara kepada setiap orang yang melihatnya. Beberapa penonton sedang menangis. Ketika mereka memandang kepada Yesus, hati mereka dipenuhi simpati. Para imam dan penghulu pun diyakinkan bahwa sebagaimana pengakuan-Nya, demikianlah hal-Nya.KSZ2 384.2

    Serdadu-serdadu Roma yang mengelilingi Kristus bukan semuanya keras hati; beberapa dari mereka sedang melihat wajah-Nya dengan penuh perhatian untuk mencari satu bukti bahwa la seorang penjahat atau seorang yang berbahaya. Sekali-sekali mereka berbalik dan memandang dengan penghinaan kepada Barabas. Tidak memerlukan pandangan yang dalam untuk membaca keadaannya dengan saksama. Sekali lagi mereka berbalik kepada .Orang yang sedang diadili. Mereka memandang kepada penderita Ilahi dengan perasaan belas kasihan yang dalam. Kepatuhan Kristus mengesankan peristiwa itu pada pikiran mereka, dan tidak pernah akan dihapuskan sampai mereka mengakui Dia sebagai Kristus, atau menolak Dia; dan hal inilah yang menentukan nasib mereka sendiri.KSZ2 384.3

    Pilatus keheran-heranan melihat kesabaran Juruselamat yang tidak pernah mengeluh. Ia tidak meragukan bahwa oleh memandang Orang ini, yang sangat mencolok perbedaan-Nya dengan Barabas, akan menggerakkan orang Yahudi kepada simpati. Tetapi ia tidak mengerti akan kebencian fanatik di pihak imam-imam terhadap Dia yang, sebagai Terang dunia, telah menunjukkan kegelapan dan kesalahan mereka. Mereka telah menggerakkan orang banyak sampai menjadi marah sekali, dan sekali lagi imam-imam, penghulu-penghulu, dan orang banyak menyaringkan teriak yang menakutkan, “Salibkan Dia, salibkan Dia.” Akhirnya, setelah hilang kesabaran terhadap kebengisan mereka yang tidak berdasarkan pertimbangan yang sehat. Pilatus berseru dengan nada putus asa, “Ambil Dia, dan salibkanlah Dia! Karena aku tidak mendapati kesalahan apa pun.”KSZ2 385.1

    Gubernur Roma, meskipun sudah biasa dengan peristiwa-peristiwa yang kejam, namun terharu dengan simpati terhadap orang tahanan yang menderita, yang meskipun dipersalahkan dan didera, dengan dahi yang berlumuran darah dan punggung yang penuh luka sobek, namun masih mempunyai pembawaan seorang raja di atas takhtanya. Imam-imam me-nyatakan, “Pada kami ada suatu hukum, dan menurut hukum itu wajiblah Ia mati, oleh sebab Ia mengatakan diri-Nya Anak Allah.”KSZ2 385.2

    Pilatus terkejut. Ia tidak mempunyai pendapat yang betul tentang Kristus dan tugas-Nya, tetapi ia mempunyai suatu iman yang kabur kepada Allah dan kepada makhluk-makhluk yang lebih tinggi daripada manusia. Suatu pikiran yang sudah pernah timbul dalam ingatannya lebih berwujud. Ia meragukan apakah Orang yang berdiri di hadapannya, yang berpakaikan jubah hinaan yang ungu warnanya, dan dimahkotai duri itu memang benar Oknum Ilahi.KSZ2 385.3

    Sekali lagi pergilah ia ke ruang pengadilan, dan mengatakan kepada Yesus, “Dari manakah asal-Mu?” Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepada-Nya. Juruselamat telah berbicara dengan bebas kepada Pilatus, menjelaskan tugas-Nya sendiri sebagai suatu saksi bagi kebenaran. Pilatus celah mengabaikan terang itu. Ia telah salah menggunakan jabatan yang tinggi sebagai hakim oleh menyerahkan prinsip-prinsip dan kua- sanya kepada tuntutan orang banyak. Yesus tidak mempunyai terang selanjutnya baginya. Karena kesal melihat Ia tinggal diam, Pilatus berkata dengan angkuhnya:KSZ2 385.4

    “Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?”KSZ2 386.1

    Yesus menjawab. “Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu; dia yang menyerahkan Aku kepadamu lebih besar dosanya.”KSZ2 386.2

    Dengan demikian Juruselamat yang penuh belas kasihan, di tengah penderitaan dan kesedihan-Nya yang hebat, memaafkan perbuatan gu-bernur Roma yang menyerahkan Dia untuk disalibkan. Betapa hebat pemandangan ini yang disampaikan kepada dunia pada segala waktu! Betapa hebatnya terang yang disinarkan atas tabiat-Nya yang menjadi Hakim segenap bumi!KSZ2 386.3

    “Orang yang menyerahkan Aku kepadamu.” kata Yesus, “lebih besar dosanya.” Dengan perkataan ini Kristus maksudkan Kayafas yang, sebagai imam besar, mewakili bangsa Yahudi. Mereka mengetahui prinsip-prinsip yang mengendalikan penguasa-penguasa Roma. Mereka telah mendapat terang dalam nubuatan yang menyaksikan tentang Kristus, dan dalam ajaran dan mukjizat-Nya sendiri. Hakim-hakim Yahudi telah menerima bukti yang tidak keliru tentang keilahian-Nya yang mereka nyatakan bersalah untuk dibunuh. Dan sesuai dengan terang yang mereka dapat mereka akan dihakimkan.KSZ2 386.4

    Kesalahan yang terbesar dan tanggung jawab yang paling berat terdapat pada orang-orang yang menempati kedudukan tertinggi dalam bangsa itu, mereka yang dikuasakan dengan tanggung jawab yang suci yang sedang mereka khianati dengan hinanya. Pilatus, Herodes, dan serdaduserdadu Roma agak kurang pengetahuan mengenai Yesus. Mereka memikirkan hendak menyenangkan para imam dan penghulu dengan jalan menistai Dia. Mereka tidak mempunyai terang yang telah diterima oleh bangsa Yahudi dengan sangat limpahnya. Sekiranya terang telah diberikan kepada serdadu-serdadu itu, mereka tidak akan memperlakukan Kristus sebengis perlakuan mereka.KSZ2 386.5

    Sekali lagi Pilatus menganjurkan untuk melepaskan Juruselamat.KSZ2 386.6

    “Tetapi orang Yahudi berteriak katanya, ‘Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar.’ “Demikianlah orang-orang munafik ini pura-pura cemburu akan kekuasaan Kaisar. Dari semua lawan pemerintahan Roma, orang Yahudilah yang paling kejam. Bila aman bagi mereka untuk berbuat demikian, mereka paling lalim memaksakan tuntutan-tuntutan bangsa dan agama mereka sendiri, tetapi bila mereka ingin melaksanakan sesuatu maksud kebengisan, mereka meninggikan kuasa Kaisar. Untuk melaksanakan kebinasaan Kristus, mereka pura-pura setia kepada pemerintahan asing yang mereka benci itu.KSZ2 387.1

    “Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja,” mereka mene-ruskan, “ia melawan Kaisar.” Hal ini menyinggung Pilatus pada suatu segi yang lemah. Ia dicurigai oleh pemerintahan Roma, dan ia mengetahui bahwa laporan seperti itu akan menjadi kebinasaan baginya. Ia mengetahui bahwa jika orang Yahudi dihalang-halangi, kemarahan mereka akan diarahkan kepadanya. Mereka tidak akan meninggalkan suatu pun dalam keadaan tidak diselesaikan untuk melaksanakan dendam mereka. Ia mempunyai suatu contoh di hadapannya tentang kegigihannya yang dengan itu mereka berusaha mengambil nyawa Seorang yang mereka benci tanpa alasan.KSZ2 387.2

    Kemudian Pilatus mengambil tempatnya di kursi Dengadilan, dan sekali lagi mengemukakan Yesus kepada orang banyak seraya berkata, “Lihatlah Rajamu!” Sekali lagi teriak marah-marah terdengar, “Enyahkan Dia’ Salibkan Dia!” Dengan suara yang kedengaran jauh dan dekat, Pilatus bertanya, “Haruskah aku menyalibkan Rajamu?” Tetapi dari bibir yang najis dan penuh hujatan keluarlah perkataan, “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar.”KSZ2 387.3

    Demikianlah oleh memilih seorang pemerintah kafir bangsa Yahudi telah menarik diri dari teokrasi. Mereka telah menolak Allah sebagai Raja mereka. Sejak saat itu mereka tidak mempunyai pelepas lagi. Mereka tidak mempunyai raja lain kecuali Kaisar Kepada tujuan inilah para imam dan guru telah menuntun orang banyak itu. Untuk hal inilah, dengan akibat-akibat yang menakutkan yang mengikutinya, mereka bertanggung jawab. Dosa suatu bangsa dan kebinasaan suatu bangsa disebabkan oleh para pemimpin agama.KSZ2 387.4

    “Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: ‘Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri.” Dalam ketakutan dan mempersalahkan diri sendiri Pilatus memandang pada Juruselamat. Di antara orang banyak yang bermuka marah, hanya wajah-Nya sendirilah yang penuh damai. Di sekeliling kepala-Nya suatu terang yang halus tampaknya bersinar. Pilatus berkata dalam hatinya Ialah Allah. Sambil berbalik kepada orang banyak ia menyatakan, aku bebas dari darah-Nya. Bawalah olehmu akan Dia, dan salibkan Dia. Tetapi perhatikanlah, hai imam-imam dan penghulu-penghulu, aku mengumumkan bahwa Ia adalah seorang benar. Kiranya Ia yang diakui-Nya sebagai Bapa-Nya menghakimkan kamu, bukannya aku karena perbuatan hari ini. Kemudian berkatalah ia kepada Yesus, Ampunilah aku karena perbuatan ini; saya tidak dapat menyelamatkan Engkau. Dan setelah ia mendera Yesus sekali lagi, diserahkannya Dia untuk disalibkan.KSZ2 387.5

    Pilatus ingin melepaskan Yesus. Tetapi ia melihat bahwa ia tidak dapat berbuat demikian dan sekaligus dapat mempertahankan kedudukan dan kehormatannya sendiri. Gantinya kehilangan kekuasaan duniawinya, ia memilih untuk mengorbankan suatu hidup yang tidak bersalah. Betapa banyaknya orang, untuk menghindari kerugian dan penderitaan, dalam keadaan seperti itu mengorbankan prinsip. Angan-angan hati dan kewajiban menunjuk pada satu jurusan, dan kepentingan diri sendiri menunjuk pada jurusan lain. Arus mengalir dengan derasnya pada jurusan yang salah, dan ia yang berkompromi dengan kejahatan dihanyutkan ke dalam kegelapan kesalahan yang tebal.KSZ2 388.1

    Pilatus menyerah pada tuntutan orang banyak. Gantinya menanggung risiko kehilangan kedudukan, ia menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Tetapi meskipun ia mengadakan tindakan pencegah ini, perkara yang justru sangat ditakutinya kemudian datang kepadanya. Kehormatannya dicabut dari padanya, ia diturunkan dari jabatannya yang tinggi, dan karena disengat oleh penyesalan dan keangkuhan yang direndahkan maka tidak lama sesudah penyaliban ia pun mengakhiri hidupnya sendiri. Demikian juga semua orang yang berkompromi dengan dosa akan mendapat hanya kesusahan dan kebinasaan. “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi akhirnya menuju maut.”KSZ2 388.2

    Ketika Pilatus menyatakan dirinya tidak bersalah akan darah Kristus, Kayafas menjawab secara menantang, “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” Perkataan yang menakutkan itu disambut oleh imam-imam dan penghulu-penghulu, dan digemakan oleh orang banyak dalam suara gemuruh yang tidak menaruh kasihan. Segenap orang banyak menjawab dan berkata “Biarlah darah-Nya di tanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”KSZ2 389.1

    Umat Israel telah mengadakan pilihan mereka. Sambil menunjuk kepada Yesus mereka telah mengatakan “bukannya Orang ini, melainkan Barabas.” Barabas, perampok dan pembunuh, merupakan wakil Setan. Kristus adalah wakil Allah. Kristus telah ditolak, Barabas telah dipilih. Barabaslah yang mereka sukai. Dalam mengadakan pilihan ini mereka menerima dia yang dari mulanya seorang penipu dan pembunuh. Setan adalah pemimpin mereka. Sebagai suatu bangsa mereka menjalankan perintahnya. Perbuatannya hendak mereka lakukan. Peraturannya harus mereka jalankan. Orang-orang yang memilih Barabas gantinya Kristus harus merasai kebengisan Barabas selama waktu masih ada.KSZ2 389.2

    Sambil memandang pada Anak Domba Allah yang dipalu itu, orang Yahudi berseru, “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami, dan atas anak-anak kami” Seruan yang menakutkan itu naik ke takhta Allah. Hu-kuman yang diucapkan ke atas diri mereka sendiri, tertulis dalam surga. Doa itu didengar. Darah Anak Allah tertanggung atas mereka turun-temurun.KSZ2 389.3

    Dengan hebatnya hal itu diwujudkan dalam kebinasaan Yerusalem. Dengan hebatnya hal itu ditunjukkan dalam keadaan bangsa Yahudi selama seribu delapan ratus tahun--suatu cabang yang dikerat dari pohon anggur, suatu cabang yang mati dan tidak berbuah, untuk dikumpulkan dan dibakar. Dari negeri ke negeri di seluruh dunia, dari abad ke abad, mati, mati dalam pelanggaran dan dosa!KSZ2 389.4

    Dengan hebatnya doa itu akan digenapi pada hari pehukuman yang besar itu. Bila Kristus akan datang kembali ke bumi, manusia akan melihat Dia bukannya sebagai seorang tahanan yang dikelilingi oleh rakyat jelata. Mereka akan melihat Dia pada waktu itu sebagai Raja Surga. Kristus akan datang dalam kemuliaan-Nya sendiri, dalam kemuliaan Bapa-Nya, dan kemuliaan malaikat-malaikat yang suci. Sepuluh ribu kali sepuluh ribu, dan beribu-ribu malaikat, anak-anak Allah yang indah dan menang, memiliki kecantikan dan kemuliaan yang tiada taranya, akan mengantar Dia pada jalan-Nya. Kemudian Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, dan di hadapan-Nya akan berhimpun segala bangsa. Kemudian setiap mata akan melihat Dia, dan juga mereka yang menikam Dia. Gantinya mahkota duri, Ia akan memakai mahkota kemuliaan—suatu mahkota di dalam suatu mahkota. Gantinya jubah raja yang lama yang ungu warnanya, la akan berpakaian jubah putih yang paling putih, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.” Mrk. 9:3. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya ada tertulis suatu nama, “Raja segala raja, dan Tuan di atas segala tuan.” Why. 19:16. Mereka yang mengejek dan memukul Dia akan ada di sana. Para imam dan penghulu akan memandang lagi peristiwa itu dalam ruang pengadilan. Setiap keadaan akan kelihatan di hadapan mereka, seakanakan dalam huruf api. Kemudian mereka yang berdoa. “Biarlah darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami,” akan menerima jawab terhadap doa mereka. Kemuaian segenap dunia akan mengetahu i dan mengerti. Mereka akan menyadari terhadap siapa dan terhadap apa mereka sebagai makhluk yang papa, lemah dan terbatas sedang berperang. Dalam kesengsaraan dan kengerian yang dahsyat mereka akan berseru kepada gununggunung dan batu-batu, “‘Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.’ Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” Why. 6:16, 17.KSZ2 389.5

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents