Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents

Goeroe Indjil

 - Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    TANGGOENGAN ATAS DJIWA-DJIWA

    Hamba-hamba Allah mesti berhoeboeng rapat sama al-Maseh, dan mengikoeti toeladannja dalam segala perkara—dalam kebersihan hidoep, dalam penjangkalan diri, dalam kemoerahan, dalam keradjinan, dan dalam kesabaran. Toedjoean jang teroetama bagai mereka itoe, ialah akan menawan djiwa-djiwa kedalam keradjaan Allah. Dengan doeka-tjita karena dosa, dan dengan kedjintaan jang sabar, maka dia orang mesti bekerdja sebagai al-Maseh dengan oesaha jang radjin dan jang senantiasa.GI 43.2

    Toean John Welch, satoe soeroehan indjil, soedah merasa begitoe berat tanggoengannja atas djiwa-djiwa dalam pegangannja sehingga seringsering dia bangoen pada tengah malam akan melajangkan permintaan do'anja bagai keselamatan mereka itoe. Pada satoe malam, isterinja soedah minta sama dia soepaja dia mendjaga kesehatannja, dan djangan tjeboerkan dirinja sampai begitoe. Djawabnja adalah, “O perempoean, saja akan mendjawab dari hal djiwanja tiga riboe orang jang dalam tanggoengankoe, dan saja tidak mengetahoei bagaimana halnja mereka itoe.”GI 44.1

    Dalam satoe kota di New England, Amerika, satoe soemoer sedang digali. Apabila pekerdjaan itoe soedah hampir selesai, satoe orang jang masih tinggal dibawah soedah terbenam dalamnja lantaran tanah djatoeh. Dengan sebentar amaran soedah diberitahoekan, dan semoea orangorang bekerdja soedah tinggalkan pekerdjaannja masing-masing akan menolong. Tali, tangga, penggali,dan perkakas jang lain-lain telah dibawa oleh orang-orang jang soeka membantoe. “Tolonglah dia, O tolonglah dia!” berseroe semoeanja.GI 44.2

    Orang-orang bekerdja selakoe orang gila, sehingga keloear keringat dimoekanja, dan tangannja gemetar sebab radjin bekerdja. Kemoedian satoe pipa soedah dimasoekkan kebawah, de- ngan mana soedah ditanja kalau orang itoe masih hidoep. Sahoetnja adalah, “Hidoep, tetapi lekaslah. Hebat betoel disini.” Dengan sorak besar dia orang lantas bekerdja kembali dengan radjin sehingga dia soedah ditolong; maka orang banjak itoe seakan-akan memetjahkan langit. “Selamat, Selamat!” kedengaranlah sahoetan dari satoe pendjoeroe kota itoe kepada pendjoeroe jang lain.GI 44.3

    Adakah keradjinan dan oesaha dalam hai ini terlaloe besar boeat menjelamatkan soeatoe orang? Memang boekan; tetapi apakah kehilangannja hidoep sekarang kalau dibandingkan sama kehilangannja djiwa? Kalau kehilangannja hidoep boleh menggembirakan hati manoesia jang begitoe keras, boekankah haroes kehilangannja djiwa lebih menggerakkan hatinja manoesia jang mengakoe dia mengerti bahaja orang-orang jang bertjerai dari pada al-Maseh? Hamba-hamba Allah haroes menoendjoekkan radjin jang begitoe besar djoega akan keselamatan djiwa-djiwa sebagaimana soedah ditoendjoekkan akan menolong hidoepnja orang jang tertanam dalam soemoer tadi, boekan?GI 45.1

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents