Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents

Goeroe Indjil

 - Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    AL-MASEH TIROEAN KITA

    Toehan kita Isa al-Maseh soedah datang kedoenia ini sebagai hamba jang radjin kepada keperloean manoesia. “Bahwa ditanggoengnja segala kesoekaran kita dan diangkatnja segala penjakit kita,” 1Matioes 8:17. soepaja Dia boleh melajani tiaptiap keperloean manoesia. Dia soedah datang akan memboeangkan penjakit, kesoesahan, dan dosa. Pekerdjaannja ialah akan membawa kebaikan jang sempoerna kepada semoea manoesia; Dia soedah datang akan memberikan kesehatan, perdamaian, dan kesempoernaan kelakoean kepadanja.GI 56.2

    Berbagai-bagailah keadaan dan keperloean orang jang datang minta pertolongannja, tetapi satoe poen tidak ada jang pergi dengan tangan hampa. Dari al-Maseh mengalirlah soeatoe soengai koeasa jang menjemboehkan banjak orang dalam badan, pikiran, dan djiwa.GI 56.3

    Bahwa pekerdjaan Djoeroeselamat itoe boekanlah diperhinggakan kepada soeatoe waktoe atau tempat, karena rahmatnja tiada mengetahoei perwatasan. Pekerdjaan jang diboeatnja dalam menjemboehkan dan mengadjar adalah angat loeas, sehingga tidak ada roemah jang boleh moeat orang-orang jang datang berkeroemoen kepadanja. Maka hospitaalnja terdapatlah dikaki boekit Galilea jang hidjau, ditengah djalan, dekat pantai laoet, dalam roemah tempat sembahjang, dan dalam tiap-tiap tempat kemana orang sakit boleh dibawa kepadanja. Dalam tiap-tiap kota, bandar, dan kampoeng jang dilawatinja, Dia soedah meletakkan tangan atas orang-orang jang sakit serta mejemboehkan dia orang. Dimana sadja ada hati jang sedia menerima pekabarannja, mereka itoe selaloe dihiboerkannja dengan perdjandjian sama ketjintaan Bapa jang disoerga. Sepandjang hari Dia melajani segala orang jang datang kepadanja, dan pada sorenja Dia melawat orang-orang jang mesti bekerdja siang akan mentjoekoepkn nafkah isi roemah tangganja.GI 56.4

    Toehan Isa soedah menanggoeng pikoelan jang berat karena keselamatan manoesia. Dia tahoe bahwa kalau tiada peroebahan jang tentoe dalam peratoeran dan maksoed bangsa manoesia, tentoe semoea akan djadi hilang. Inilah tanggoengan djiwanja, tetapi seorang poen tiada jang mengetahoei betapa beratnja beban itoe. Dari waktoe ketjil sampai kepada waktoe moeda, sehingga tjoekoep oemoernja, Dia telah berdjalan dengan sendirian. Tetapi dihadiratnja ada sama seperti soerga adanja. Tiap-tiap hari Dia bertemoe dengan banjak pentjobaan dan penggodaan; tiap-tiap hari dia melihat koeasa kedjahatan atas semoea orang jang hendak diberkati dan diselamatkannja. Tetapi meskipoen begitoe Dia tidak djatoeh atau poetoes harap.GI 57.1

    Dalam segala hal Dia toendoekkan kemaoeannja dibawah pekerdjaannja. Dia soedah memoeliakan hidoepnja oleh merendahkan segala perkara dalamnja menoeroet kemaoean Bapanja. Waktoe Dia didapati oleh iboenja diantara goeroe-goei'oe orang Jehoedi dalam waktoe moedanja, maka iboenja berkata, “Hai anakkoe,mengapa engkau berboeat demikian akan kami?” Dia djawab,—dan pendjawabannja ialah koentii pekerdjaannja,—“Mengapa Akoe kamoe tjahari? Tidakkah hamoe tahoe, bahwa ta'dapat tidak adalah Akoe dalam roemah Bapakoe?” 2Loekas 2:48, 49.GI 58.1

    Hidoepnja adalah satoe hidoep jang selaloe menjangkal diri. Dia tidak mempoenjai roemah dalam doenia ini, hanjalah menoempang oleh sebab kemoerahan hati sobat-sobatnja jang menjediakan tempat bagainja sebagai seorang pengembara. Dia datang kepada kita dalam penghidoepan orang jang paling miskin, serta berdjalan dan berkerdja diantara orang-orang jang kekoerangan dan kesoesahan. Dengan tidak dikenal dan dihormati orang, Dia masoek keloear diantara orang banjak jang soedah mendapat banjak pertolongannja.GI 58.2

    Dia selaloe sabar dan bersoeka hati, sehingga segala orang jang bersoesah hati soedah menerima Dia sebagai pembawa hidoep dan damai. Dia melihat keperloean laki-laki dan perempoean, anak-anak dan orang moeda, dan kepada semoeanja Dia memberikan panggilan ini, “Marilah kepadakoe.”GI 58.3

    Selama pekerdjaannja, Toehan Isa menggoenakan lebih banjak waktoe akan menjemboehkan orang sakit dari pada berchotbah. Moedjizat-moedjizatnja menentoekan kebenaran perkataannja, bahwa Dia soedah datang boekannja akan membinasakan, hanjalah akan menjelamatkan. Barang dimana Dia pergi, kabar pengasihannja selaloe mendahoeloei Dia. Dimana sadja Dia soedah lewat, segala orang jang ditolongnja bersoeka hati dalam kesehatan serta menggoenakan koeasa jang baroe diperolehinja. Orang-orang soedah berkeroemoen mereka itoe hendak mendengar dari hal segala pekerdjaan jang diperboeat oleh Toehan. Soearanjalah jang pertama kedengaran kepada banjak orang, namanja jang pertama mereka itoe pernah seboetkan, dan rnoekanjalah jang pertama dia orang memandang. Kenapakah tidak patoet dia orang tjinta sama Toehan Isa, serta memoedji akan Dia? Selagi dia melawati kota-kota dan kampoeng-kampoeng, adalah Dia sebagai soeatoe soengai jang mengalirkan hidoep dan kesoekaan.GI 59.1

    Djoeroeselamat itoe goenakan tiap-tiap kesemboehan djadi satoe djalan akan menanamkan peratoeran soerga dalam pikiran dan djiwa. Inilah maksoed pekerdjaannja. Dia membahagikan berkat doenia ini soepaja Dia boleh tjenderoengkan hati orang akan menerima indjil pengasihannja.GI 59.2

    Al-Maseh boekannja tidak bisa mendoedoeki soeatoe tempat jang moelia diantara georoe-goeroe bangsa Jehoedi, tetapi Dia lebih soeka membawa kabar indjil kepada orang-orang miskin. Dia pergi dari satoe tempat kepada tempat jang lain, soepaja orang-orang jang didjalan dan dilorong boleh mendengar perkataan kebenaran itoe. Dipantai laoet, dikaki boekit, ditengah djalan, dalam roemah tempat sembahjang, kedengaranlah soearanja akan menerangkan Kitab Soetji. Seringkali Dia mengadjar diserambi ka'bah jang diloear soepaja orang kapir boleh mendengar perkataannja.GI 59.3

    Dari sebab keterangan jang diberikannja ada berlainan dari pada keterangannja orang katibkatib dan Parisi, maka perhatiannja orang banjak soedah tertarik. Segala goeroe-goeroe itoe bergantoeng atas pengadjaran orang toea-toea dan diatas pengadjaran dan kira-kiraan manoesia. Seringkali pengadjaran dan toelisan orangorang lain dari hai Kitab Soetji itoe soedah digoenakan mengambil tempat Kitab Soetji. Tetapi toedjoean pengadjaran al-Maseh adalah Perkataan Allah. Dia selaloe mendjawab orang bertanja dengan, “Adalah tersoerat,” “Bagaimana boenji al-Kitab?” “Bagaimana kau batja?” Dalam tiap-tiap waktoe, apabila perhatian sobat atau moesoeh soedah terboeka, Dia selaloe seboetkan Perkataan itoe. Dengan terang dan koeasa, Dia memashoerkan pekabaran indjil, Perkataannja menerangi pengadjaran-pengadjaran indjil. Perkataannja menerangi pengadjaran-pengadjaran segala nenek mo jang dan nabinabi doeloe, sehingga Kitab Soetji itoe mendjadi satoe kenjataan baroe kepada orang banjak. Dia orang beloem pernah lihat pengertian jang begitoe dalam dari perkataan Allah.GI 60.1

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents