Loading...
Larger font
Smaller font
Copy
Print
Contents

Goeroe Indjil

 - Contents
  • Results
  • Related
  • Featured
No results found for: "undefined".
  • Weighted Relevancy
  • Content Sequence
  • Relevancy
  • Earliest First
  • Latest First
    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents

    KEPERLOEAN KETEGOEHAN

    Dalam soeratnja Paoeloes kepada Timotioes adalah banjak peladjaran jang baik bagai pengerdja jang moeda itoe. Rasoel jang soedah beroemoer itoe soedah koeatkan keperloean ketegoehan dalam pertjaja sama pengerdja jang lebih moeda itoe. “Maka sebab itoe akoe mengingatkan dikau,” menoelis dianja, “hendaklah engkau membangoenkan anoegerah Allah jang dalammoe itoe oleh penoempangan tangankoe padamoe. Karena dikaroeniakan Allah kepada kita boekan roh ketakoetan, melainkan roh koeasa dan kasih dan kebidjaksanaan. Sebab itoe djanganlah kiranja engkau maloe akan kesaksian Toehan kita, atau akan dakoe, seorang jang terpendjara karena se- bab Toehan, melainkan hendaklah engkau menanggoeng sengsara sertanja, karena sebab indjil, sekadar koeasa Allah.”GI 152.2

    Paoeloes soedah peringatkan Timotioes bahwa dia telah dipangggil oleh “satoe panggilan soetji” akan mengabarkan koeasanja Dia “jang telah meniadakan maoet, dan oleh indjil dinjatakannja hidoep dan peri jang tiada kebinasaan,” katanja, “maka bagai jang demikian akoe didjadikan seorang pewarta dan rasoel dan goeroe orang kapir, Maka sebab itoelah akoe poen merasai segala perkara ini, tetapi ta'maloe akoe akan dia, karena tahoelah akoe pada siapa akoe pertjaja dan telah tentoe kepadakoe, bahwa berkoeasalah Dia menjimpan petarohankoe jang koeserahkan kepadanja, sampai kepada hari itoe.” 32 Timotioes 1:6-12.GI 153.1

    Dimana sadja Paoeloes ada,—baik dihadapan orang Parisi jang bersoengoet itoe, atau dihadapan pemerintah Roem; baik dihadapan orang banjak jang riboet di-Lystera atau dihadapan orang hoekoeman dipendjara Makedonia; baik sedang beroending dengan orang-orang lajar jang terdampar itoe, atau berdiri sendirian dihadapan radja Nero akan mempertahankan hidoepnja; maka dia beloem pernah merasa maloe mengakoe kebenaran jang dikemoekakannja. Maksoed jang teroetama dalam hidoepnja jang Masehi itoe ialah akan menoeroet Dia jang soedah doeloe dihinakannja; maka dari pada maksoed ini tiadalah perlawanan atau penganiajaan jang boleh menggoelingkan dia. Kepertjajaannja jang dikoeatkan oleh oesaha dan dibersihkan oleh koerban itoe, soedah menahan dan mengoeatkan dia.GI 153.2

    “Maka hai anakkoe,” katanja rasoel Paoeloes, “djadilah koeat dalam karoenia, jang dalam alMaseh Isa. Maka perkara jang kau dengar dari padakoe diantara beberapa orang saksi, amanatkanlah dia kepada orang jang setiawan dan jang tjakap mengadjar orang lain poen. Maka hendaklah engkau menanggoeng kesoekaran seperti seorang laksjar Isa al-Maseh jang baik.” 42 Timotioes 2:1-3.GI 154.1

    Soeroehan jang benar bagai Allah sekali-kali tidak akan takoet sama kesoekaran atau pikoelan jang berat. Dari Asal koeasa jang tidah pernah kekeringan itoe, bolehlah tiap-tiap orang jang toeloes mendapat koeasa jang mengoeatkan dia akan mengalahkan segala penggodaan, dan menggenapi segala pekerdjaan jang ditaroehkan Allah diatasnja. Bahwa oekoeran anoegerah itoelah jang meloeaskan banjak pengetahoeannja tentang Allah dan Anaknja. Djiwanja selaloe lapar akan berboeat pekerdjaan jang baik bagai Toehan. Dan sedang mendjalani djalan Masehi itoe, mendjadi koeatlah dia dalam anoegerah jang ada dalam al-Maseh Isa. Anoegerah inilah jang berboeat dia mendjadi satoe saksi jang setia atas perkara segala jang didengarnja. Dia tidak hinakan atau alpakan pengetahoean jang dia soedah terima dari pada Allah, tetapi diberikan poela pengetahoean ini kepada orang-orang jang setia, jang djoega haroes mengadjarkan lagi hal itoe sama orang lain.GI 154.2

    Dalam soeratnja jang penghabisan sama Timotioes, maka Paoeloes soedah tinggikan satoe toedjoean jang moelia dihadapan pengerdja jang lebih moeda itoe, serta menoendjoekkan pekerdjaan-pekerdjaan jang diserahkan atasnja sebagai satoe soeroehan al-Maseh. “Hendaklah radjin engkau dalam menghadapkan dirimoe kepada Allah seperti seorang jang telah dioedji dan seperti seorang hamba jang mengadjarkan perkataan jang benar itoe betoel-betoel,” katanja rasoel Paoeloes. “Tetapi boeangkanlah segala napsoe orang moeda dan toentoetlah akan kebenaran dan pertjaja dan kasih dan damai dengan segala orang, jang menjembah Toehan dengan soetji hatinja. Djaoehkanlah segala soeal jang boekanboekan dan tidak bergoena, sebab tahoelah engkau, bahwa jaitoe mengadakan perbantahan. Maka ta'patoet seorang hamba Toehan berbantahbantah melainkan patoetlah kelakoeannja dengan boedi-bahasa kapada segala orang, dan lagi ia tjakap mengadjar dan bersabar, dengan lemboet hati ia mengadjar orang jang melawan, kalau-kalau dikaroeniakan Allah kepadanja tobat, sampai diketahoeinja akan kebenaran.”52 Timotioes 2:15, 22-25.GI 155.1

    Larger font
    Smaller font
    Copy
    Print
    Contents